JP Radar Kediri- Desa Keniten terkenal dengan industri tahu takwanya. Industri ini sudah berjalan secara turun-temurun.
Bahkan, industri tersebut sudah ada sejak 1950 silam. Sedikitnya ada 16 pabrik yang dikelola oleh warga setempat.
Pemdes Keniten sangat mendukung keberadaan industri tersebut. Pasalnya, industri ini sangat positif bagi warga setempat.
Terutama dalam penyerapan tenaga kerja. Pasalnya, banyak warga yang terlibat dalam industri tersebut.
Pangsa pasar industri tahu takwa asli Desa Keniten tak perlu diragukan. Tidak hanya dijual di Kediri saja. Namun sudah merambah Malang, Madiun, Jogja, Purwokerto, hingga Bali.
“Kalau Tahu Takwa buatan saya saya pasarkan ke Mojokerto,” terang Siswahyudi, salah satu pengrajin Tahu Takwa.
Produk tersebut juga dijual di berbagai pusat oleh-oleh di Kota Tahu. Salah satunya yang ada di Jalan Patimura, Kota Kediri. Hanya saja, tahu tersebut tidak diberi merek.
“Yang kami buat tanpa merek. Nanti pengusaha yang memasarkan itu yang memberinya nama,” terang bapak satu anak tersebut.
Omzet setiap pabrik mencapai Rp 1,7 juta per harinya. Bahkan, ampas tahu sisa produksi masih dapat dijual. Salah satunya menjadi pakan ternak.
Pengolahan Gethuk Pisang
Pelaku UMKM di Desa Keniten menjamur. Tidak hanya menggeluti industri pembuatan tahu takwa. Ada juga warga yang membuat olahan gethuk pisang.
Seperti yang dilakukan oleh Sadiran. Setidaknya dia telah belasan tahun menggeluti usaha tersebut.
“Awalnya saya dulu ikut pembuat getuk pisang di sekitar Alun-alun Kota Kediri,” cerita Sadiran.
Tidak ingin terus-terusan menjadi pegawai, Sadiran berusaha mandiri. Dia akhirnya nekat memproduksi gethuk pisang sendiri. Usaha tersebut digeluti di rumahnya.
Kini, dalam sehari dia bisa membuat 2 ribu gethuk pisang ukuran jumbo.
“Produk getuk saya, saya kirim ke Kertosono, Pare, dan Kota Kediri,” ujar bapak dua anak tersebut.
Sadiran membuktikan bahwa usaha keras akan membuahkan hasil yang positif. Meski harus jatuh-bangun di awal merintis, kini dia sudah bisa mandiri. Usahanya dapat menghasilkan cuan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah