Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Sidomulyo, Wates, Kabupaten. Kediri: Pemdes Dorong Petani Ikut Pelatihan Pengolahan Pupuk Organik

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 13 Agustus 2024 | 17:08 WIB
INOVATIF: Peternak sapi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates memeriksa kebersihan kandang.
INOVATIF: Peternak sapi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates memeriksa kebersihan kandang.

JP Radar Kediri- Ketersediaan pupuk menjadi salah satu masalah di Desa Sidomulyo. Mengatasi hal tersebut pemdes rutin mengadakan sosialisasi dan pelatihan.

Salah satunya pelatihan pengolahan pupuk organik. Kades Sidomulyo Bambang Erwanto menjelaskan bahwa tanah di desanya sebenarnya cocok ditanami apa saja.

Selain tebu, cocok juga untuk tanaman hortikultura. Sayangnya, petani di sana relatif kesulitan mendapatkan pupuk. Kebanyakan warga hanya menggunakan kotoran ternak untuk kompos.

“Tetapi selama ini banyak yang terbuang,” kata Bambang. Oleh karena itu, pemdes mendorong petani mengikuti sosialisasi dan penyuluhan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri.

Di sana mereka diajari cara mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik. Memang, caranya lebih kompleks dari pembuatan kompos. Dengan kuantitas sama namun campuran berbeda.

Produksi pupuk organik dapat dimanfaatkan untuk satu hingga dua hektare lahan.

“Pelatihan ini meningkatkan sektor pertanian sekaligus pemberdayaan manusia.

Selain pupuk organik, juga ada peternak yang sudah mengubah kotoran ternak menjadi biogas,” tutur Bambang.

Kalipan adalah salah satu peternak sapi perah asal Dusun Sumberbendo, Sidomulyo. Dia mengaku sudah mengembangkan kotoran sapi untuk biogas.

Namun, Dia belum manfaatkan lagi untuk pupuk organik. Menurutnya, pupuk organik memang lebih murah dan lebih bagus.

Namun, dia belum ada waktu yang cukup untuk membuatnya. “Saat ini masih pakai pupuk kompos saja,” aku Kalipan. Tetapi, tidak akan menutup kemungkinan untuk membuat pupuk organik.

Lestarikan Seni, Beri Fasilitas Tempat Latihan di Balai Desa

Sejak 2020, di bawah kepemimpinan Kades Bambang Erwanto, sanggar tari Ajendra Wirama makin moncer. Sanggar yang dikelola Kasiati Al Juniarti itu diberi fasilitas tempat berlatih di balai desa.

Tidak hanya itu, juga beserta sarana dan prasarana lainnya.

“Dulu saya mengajarnya di rumah. Karena tahu saya pelatih tari oleh kepala desa diberi tempat latihan di aula balai desa,” ceritanya.

Akhirnya, anak-anak yang dulu berlatih di rumahnya diajak berlatih di lokasi baru. Jumlah muridnya ada sekitar 30 anak. Mulai dari tingkat TK hingga SMP.

“Karena setiap sore Senin hingga Kamis anak-anak mengaji, maka latihan menarinya ini dilakukan setiap Jumat sore,” imbuhnya.

Antusias masyarakat terhadap latihan tari tradisional ini sangat bagus. Bahkan pesertanya tidak hanya dari warga desa. Namun juga ada dari desa lain di Kecamatan Wates.

Seperti Desa Janti, Desa Wates, dan Desa Winong. “Saya mengajarkan mereka berbagai macam tarian,” katanya. Tarian tersebut ada yang berasal dari Jawa Timur, Bali, Sumatera, dan Madura.

Anak-anak yang berlatih di sanggar tarinya sudah pernah pentas dibeberapa kegiatan. Salah satunya saat Desa Sidomulyo mendapatkan tamu dari Jepang.

Tarian mereka ini menjadi hiburan tamu yang datang. “Kemarin dari SD Sidomulyo yang mengikuti acara festival jaranan juga latihan di sini,” ungkap perempuan yang juga bekerja sebagai guru SD tersebut.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #desa milenial #Pengolahan #pelatihan #kompos #jawa pos #Profil Desa #pupuk organik