JP Radar Kediri- Sudah sejak 2017 silam Pemdes Dawung memiliki program pengembangan Kawasan Agribisnis Itik. Program ini meliputi penetasan hingga pembesaran itik.
“Itik yang ditetaskan hingga dibesarkan lalu dijual,” jelas Ketua Bumdes Dawung Dwi Santoso. Menurut Dwi, warga di sana memang mayoritas menjadi petani.
Namun, tidak sedikit yang juga menggeluti budidaya itik. Salah satunya karena letak geografis Desa Dawung dinilai strategis dan cocok untuk program tersebut.
Sayangnya, tidak semua warga dan peternak memiliki lahan yang memadai untuk itu. Peluang ini yang akhirnya ditangkap oleh pengelola bumdes.
Hingga akhirnya muncul ide untuk menyewakan lahan desa kepada para peternak Terobosan ini disambut baik oleh masyarakat. Warga bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk budidaya itik.
“Dari dana hasil penyewaan lahan bulanan, uangnya akan kembali ke desa,” terangnya. Kini Desa Dawung terkenal sebagai penghasil itik beserta telurnya.
Dengan hal tersebut, pemdes akan mengembangkan program tersebut. Tidak hanya sebagai lokasi budidaya saja.
Ke depannya akan dibuka wisata edukasi itik. Bahkan warga mulai bisa untuk membuat pakan ternak sendiri. “Waktu pertama kali dimulai program tersebut mendapat sambutan baik.
Dibuktikan dengan banyak warga yang antusias mengikuti program tersebut,” tandas Dwi.
Kampung Lukis Ruslan, Tempat Belajar dan Kumpulnya Seniman
Tidak perlu jauh-jauh ke Bali atau Yogyakarta. Di Desa Dawung juga terdapat tempat berkumpulnya para seniman. Terutama mereka yang menggeluti seni lukis.
Adalah Ruslan yang menyulap Kawasan rumahnya menjadi galeri seni dengan beragam lukisan menawan. “Kampung lukis ini didirikan oleh pelukis bernama Ruslan,” jelas Rizal, ketua Kampung Lukis di Desa Dawung.
Ketika memasuki kawasan Kampung Lukis, pengunjung akan disuguhkan lukisan-lukisan yang dipajang. Berbagai aliran dan jenis lukisan dapat dinikmati di sana.
Lukisan-lukisan tersebut tidak hanya karya Ruslan semata. Namun juga hasil karya pelukis andal dari berbagai daerah di eks-Kerasidenan Kediri.
Sebagai upaya regenerasi, mereka juga mengajarkan seni luki kepada anak-anak yang berminat. Bahkan anak usia taman kanak-kanak bisa mendaftar jika ingin belajar melukis.
“Apalagi anak-anak yang memang mempunyai potensi, bisa dikembangkan di sini. Supaya Kampung Lukis ini bisa mencetak generasi pelukis andal,” tandasnya.
Pelukis yang tergabung di sana mencapai sedikitnya 25 orang. Mereka juga yang merangkap menjadi pengurus.
Hebatnya, kampung lukis ini sudah pernah dikunjungi oleh orang-orang penting.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah