Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Sumberagung, Wates, Kabupaten Kediri: Seluruh Elemen Kompak Merawat dan Menjaga Sumber Air

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 9 Agustus 2024 | 17:12 WIB
SEJUK: Suasana Sumber Sariguno yang masih dipenuhi dengan pepohonan yang rindang. Sumber ini juga erat kaitannya dengan sejarah leluhur Desa Sumberagung, Kecamatan Wates.
SEJUK: Suasana Sumber Sariguno yang masih dipenuhi dengan pepohonan yang rindang. Sumber ini juga erat kaitannya dengan sejarah leluhur Desa Sumberagung, Kecamatan Wates.

JP Radar Kediri- Desa Sumberagung memiliki sebuah sumber air yang masih berfungsi hingga saat ini. Namanya adalah Sumber Sariguno. Tidak hanya indah dan asri. Sumber ini juga lekat dengan cerita sejarah. Pasalnya, di sumber ini terdapat makam sesepuh desa.

“Di sumber ini ada makam Mbah Sariguno. Beliau diyakini orang yang babat desa di sini,” terang Kepala Desa Sumberagung Kariyadi.

Dia menjelaskan bahwa masyarakat desa kompak merawat kawasan sumber ini. Termasuk dengan keberadaan makam tersebut. Pemdes dan warga rutin melakukan selamatan setiap bulan Sura.

Acara selamatan ini diikuti oleh kelompok tani dari dua dusun di Desa Sumberagung. Yaitu Dusun Ngijo dan Dusun Sumberasih. Pasalnya, keberadaan Sumber Sariguno juga sangat bermanfaat untuk warganya. Terutama untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Makna kegiatan selamatan ini juga sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang didapatkan. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka untuk memupuk kerukunan antarpetani di Desa Sumberagung.

Seperti yang diketahui, Sumber Sariguno ini memiliki banyak sekali manfaatnya. Sumber ini juga dimanfaatkan menjadi taman desa. Ditambah, di sana terdapat banyak sekali pepohonan yang rindang. Bahkan pemdes juga memberikan fasilitas gazebo agar warga dapat bersantai di sana.

Beri Ilmu Keterampilan Melukis pada Anak Desa

Jika dibandingkan dengan rumah di sekitarnya, rumah Maryadi sangat mencolok. Alhasil, tidak sulit untuk menemukan rumah laki-laki yang merupakan pelukis ini. Dinding rumahnya pun dipenuhi dengan lukisan-lukisan yang indah.

Pria 52 tahun ini dikenal luas dengan kemampuannya menghasilkan karya yang indah. Namun begitu, dia tidak pelit ilmu. Maryadi sering dimintai tolong melatih anak-anak yang akan mengikuti lomba menggambar

Seiring waktu berjalan, semakin banyak anak-anak yang belajar di tempatnya. Dia tidak memungut biaya. Pasalnya sadar anak didiknya tidak semuanya berasal dari keluarga berkecukupan.

Agar kondusif, setiap sesi latihan hanya terdapat empat hingga lima anak. Jika terlalu banyak, nantinya tidak dapat fokus. Karena untuk belajar mewarnai, menggambar dan melukis membutuhkan mood yang bagus.

Dari 14 anak yang belajar ditempatnya, kebanyakan masih duduk dibangku taman kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Memang untuk mengajari anak-anak di usia tersebut memerlukan kesabaran. “Untuk latihan mewarnai, saya berikan gambar-gambar yang disukai anak,” terang Maryadi.

Setelah berjalan sekian waktu, orang tua murid merasa tidak enak jika tidak membayar. Akhirnya, setiap pertemuan ditarik biaya. Namun begitu, nilainya masih relatif terjangkau.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #desa milenial #petani #Pemdes #jawa pos #Profil Desa #kelompok tani #sumber air