Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Jerukgulung, Kandangan, Kabupaten Kediri: Bakal Sulap Satu Dusun Menjadi Kampung Kelinci

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 8 Agustus 2024 | 17:02 WIB
BUDIDAYA: Fendi menggendong kelinci yang diternaknya di Desa Jerukgulung.
BUDIDAYA: Fendi menggendong kelinci yang diternaknya di Desa Jerukgulung.

JP Radar Kediri- Sedikitnya sepuluh warga Dusun Genengan menekuni usaha peternakan kelinci. Salah satunya adalah Fendi. Dia berternak kelinci untuk konsumsi maupun hias. “Kalau bisa dua-duanya sekaligus tambah bagus,” kata Fendi, pemilik peternakan kelinci.

Penjualan kelincinya sudah dimulai sejak dua tahun terakhir. Pelanggannya banyak yang berasal dari luar Pulau Jawa. Antara lain dari pulau Sulawesi dan Sumatera. Fendi biasa melayani penjualan kelinci untuk kebutuhan konsumsi. Padahal, pria 30 tahun ini awalnya berternak kelinci hias. Fendi memang gemar mengikuti kontes kelinci.

Sedikitnya ada 100 ekor kelinci yang ada di peternakannya. Mulai dari anakan hingga induk. “Harganya macam-macam tergantung jenis dan umur biasanya,” tutur Fendi.

Ditambah, lokasi Desa Jerukgulung cukup strategis. Karena tidak jauh dari jalan raya menuju Kabupaten Jombang dan Malang. Justru hal tersebut bisa menarik wisatawan baru. “Semoga nanti bisa begitu jadi kami punya lahan wisata,” katanya.

Di sisi lain, Fendi juga menginginkan warga untuk memelihara kelinci. Kemungkinan kotoran kelinci bisa dibuat pupuk. Rencana tersebut kini menjadi wacana yang akan diupayakan sekuat tenaga.

Puluhan Tahun Kembangkan Usaha Pembuatan Tempe

Afandi merupakan produsen tempe asal Desa Jerukgulung. Dia telah puluhan tahun menggeluti usaha tersebut. Tidak hanya mampu menopang perekonomian keluarganya saja. Dia turut mengambil pekerja dari warga sekitarnya. “Saya memulai bisnis ini sejak tahun 1999 silam,” jelasnya.

Dalam sehari, Afandi bisa menghabiskan 250 kilogram kedelai untuk dijadikan tempe. Pendapatannya pun tidak main-main. Ketekunan dan ketelatenannya berbuah manis. Dalam sebulan, dia bisa meraup omzet hingga puluhan juta rupiah.

Di lain sisi, Afandi mengaku bahwa persoalan produksi selalu menjadi penghambat. Dia mengaku terkadang kesulitan mendapatkan bahan baku. Baik kedelai atau ragi juga selalu menjadi masalah.

“Ragi yang bagus bukan dari Kediri malah dari Malang,” ucapnya. Untuk mendapatkan hasil maksimal, dia pun harus rela mencari raginya ke Malang. Selain itu, kedelai yang terkadang langka juga menjadi masalah baginya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#budidaya #radar kediri #desa milenial #Kampung Kelinci #jawa pos #Profil Desa