Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Bogem, Gurah, Kabupaten Kediri: Pemdes Bantu Petani dengan Pemetaan Kondisi Lahan Persawahan

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 6 Agustus 2024 | 17:27 WIB
SIMBOLIS: Kepala Desa Bogem Samsodin (kanan) menerima peta PH H2O tanah karya mahasiswa KKN Universitas Brawijaya di balai desa.
SIMBOLIS: Kepala Desa Bogem Samsodin (kanan) menerima peta PH H2O tanah karya mahasiswa KKN Universitas Brawijaya di balai desa.

JP Radar Kediri- Pemdes Bogem sangat mendukung kegiatan KKN di desanya. Pemdes sadar kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat. Terutama dalam bidang pertanian. Mengingat banyak warga setempat yang menjadi petani.

Banyak kegiatan yang dilakukan selama KKN di Desa Bogem. Mulai dari pelatihan pembuatan pupuk organik cair hingga konservasi tanah. Kades Bogem Samsodin menilai bahwa kegiatan tersebut sangat positif.

“Mereka (mahasiswa KKN, red) juga memberikan peta tentang PH H2O tanah persawahan di Desa Bogem,” ujar Samsodin.

Menurutnya, peta tersebut akan membantu petani. Terutama dalam penggunaan pupuk. Pasalnya, dari hasil penelitian, diketahui bahwa PH tanah di sana bervariasi.

Tercatat, luas lahan pertanian di Desa Bogem mencapai 70 hektare. Setiap lahan memiliki kadar PH yang tidak sama. Itu ditandai dengan dengan warna yang berbeda dalam peta. Dengan begitu, petani dapat lebih bijak dan tidak asal dalam menggunakan pupuk.

“Dengan adanya peta tersebut petani di desa ini akan semakin bijak dalam penggunaan pupuk. Terutama penggunaan pupuk kimia,” ucapnya.

Samsodin berharap dengan pelatihan dan penelitian tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi warganya. Sehingga ke depannya mereka lebih dapat memaksimalkan seluruh potensi desa.

Lestarikan Tradisi, Rutin Gelar Doa Bersama dan Kirab Budaya

Desa Bogem memiliki tradisi yang rutin dilakukan setiap setahun sekali. Kegiatan tersebut yaitu doa bersama dan kirab budaya. “Kegiatan suroan dilakukan punden desa,” jelas Kepala Desa Bogem Mohamad Samsodin.

Menurut keterangan Samsodin, desanya memiliki dua punden. Yaitu punden Mbah Ageng dan punden Setono Gendir. Meski lokasi dan waktunya berbeda, rangkaian kegiatannya sama. Tak hanya berdoa bersama. Kegiatan tersebut juga bentuk mengenang jasa leluhur yang telah babat desa.

Saat doa bersama di punden, warga umumnya membawa lengkong atau wadah dari pelepah pohon pisang. Karena antusias yang tinggi, jumlah lengkong tahun ini bisa mencapai ratusan. Lengkong tersebut dikumpulkan menjadi satu di tengah-tengah.

Samsodin mengatakan bahwa lengkong dari pelepah pisang ini juga memiliki simbol. Yakni menjadi simbol kerukunan. Selain itu, rangkaian bersih desa juga diwarnai dengan kirab budaya. Kegiatan kirab budaya ini juga agenda tahunan. “Nantinya ada tiga tumpeng, ada khusus buah, sayuran dan palawija,” terang Samsodin.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #desa milenial #petani #pertanian #Pemdes #lahan persawahan #jawa pos #Profil Desa