Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Wonosari, Pagu, Kabupaten Kediri: Klepon Legendaris Separo Abadnya Jadi Ikon Desa

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 5 Agustus 2024 | 18:55 WIB
TRADITIONAL: Rikani sedang menyiapkan pesanan jajanan klepon di rumahnya, di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu.
TRADITIONAL: Rikani sedang menyiapkan pesanan jajanan klepon di rumahnya, di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu.

JP Radar Kediri- Gempuran zaman tak terelakkan. Mulai dari teknologi hingga kuliner telah mengalami banyak perkembangan. Namun, itu semua tak lantas mematikan kuliner tradisional. Beberapa dapat bertahan. Bahkan, usianya telah mencapai puluhan tahun.

Seperti kuliner klepon legendaris di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu ini. Kuliner ini telah bertahan hingga separo abad. Usaha ini berjalan secara turun-temurun. Hingga kini diteruskan oleh Rikani. Dia merupakan generasi ketiga yang tetap mempertahankan usaha tersebut.

Menurut Rikani, usaha klepon tersebut telah berdiri sejak 1973. Hebatnya, pelanggan di sana tergolong setia. Hingga setiap harinya tidak pernah sepi dari pembeli. “Pembeli di sini juga berasal dari berbagai daerah,” ujarnya.

Setiap hari dia bisa menghabiskan 5-20 kilogram adonan. Selain klepon, cenil dan lupis di sana juga laris. Satu porsi terdiri tiga klepon, tiga cenil dan tiga lupis. Lalu, diberi parutan kelapa dan gula cair. Harga kudapan tradisional ini sangat terjangkau. Hanya Rp 5 ribu per porsi.

“Setiap hari pembeli ramai, yang paling ramai akhir pekan dan hari libur,” ucap Rikani.

Setiap Hari Produksi hingga Satu Ton Krecek

Geliat industri rumahan di Desa Wonosari terbilang banyak. Salah satunya adalah pabrik pembuatan kerupuk mentah alias krecek milik Sri Winarti. Produksinya tidak mainmain. Bahkan, dalam sehari dia dapat memproduksi krecek hingga satu ton. Penjualan krecek buatannya meliputi Kecamatan Gurah, Plosoklaten, dan Kandangan.

Sri menggunakan bahan baku tepung tapioca dengan kualitas bagus. Dia membelinya juga di wilayah Kecamatan Semen. “Kita ikut menyerap bahan baku buatan dari sekitar Kabupaten Kediri juga,” ujarnya.

Untuk produksi, dia memiliki 9 mesin manual dan 4 mesin cetak yang cukup dikerjakan dua orang saja. Mesin manual tetap digunakan agar banyak tenaga kerja yang terserap. Sedangkan untuk mesin oven hanya ada 1 unit.

“Oven digunakan untuk membantu mengeringkan jika tidak ada panas matahari,” jelas Sri. Oven ini menggunakan bahan bakar kayu. Selain karena penggunaannya kondisional, juga untuk menghemat biaya produksi. Makanya pabrik yang berada di Dusun Wonosari tersebut bisa menyerap tenaga kerja sampai 100 orang.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #desa milenial #klepon #legendaris #jawa pos #Profil Desa