Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Gedangsewu, Pare, Kabupaten Kediri: Dukung Penjualan Sepatu Lokal Menembus Pasar Luar Jawa

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 5 Agustus 2024 | 18:45 WIB
KUALITAS TINGGI: Pelaku UMKM asal Desa Gedangsewu saat mengikuti pameran yang digelar Setda Jatim di Surabaya. Foto atas, berbagai produk sepatu UMKM Gedangsewu.
KUALITAS TINGGI: Pelaku UMKM asal Desa Gedangsewu saat mengikuti pameran yang digelar Setda Jatim di Surabaya. Foto atas, berbagai produk sepatu UMKM Gedangsewu.

JP Radar Kediri- Partiyah sudah sepuluh tahun menggeluti bisnis ini. Berawal dari bisnis keluarga, dia juga bisa mengangkat nama desa. Pasalnya, sepatu tersebut sudah banyak dikenal orang. Baik sandal maupun sepatu kulitnya.

“Produksi sepatunya sudah masuk ke mall,” terang Partiyah. Sejauh ini, di Dusun Parerejo, Desa Gedangsewu ini sudah ada lima produsen sepatu dengan jenis dan style yang berbeda.

Ibu lima anak ini menceritakan tantangan pertama kali membuat sepatu adalah soal kepercayaan. Awal-awal, dia harus keliling dari kantor ke kantor untuk menjajakan dagangannya. Saat itu, produksinya terbatas hanya 100 buah.

Beruntung, ternyata banyak yang suka. Sebab sepatu buatannya awet dan harganya murah. Seiring waktu berjalan, usahanya tersebut semakin dikenal oleh banyak orang.

Bahkan kini penjualannya sudah sampai Sulawesi, Papua, Kalimantan dan Sumatera. “Banyak yang pesan. Selain memesan individu juga untuk kebutuhan kantor,” ucapnya.

Meskipun awalnya terseok-seok, kini dia sudah bisa mencicipi hasil kerja kerasnya. Karena itu, dia cukup lega bisa membantu keluarganya. Bahkan, sudah mempekerjakan warga sekitar.

Rasa Jenangnya Legit, dari Gula Merah Asli

Di Desa Gedangsewu juga terdapat penjual jajanan tradisional. Yaitu jenang. Usaha ini digeluti oleh Sumiatun. Dia sudah 20 tahun terakhir ini berjualan jenang. Sekilas mirip dengan jenang lainnya. Namun jenang buatannya memiliki tekstur yang lumer. Rasa legitnya juga berasal dari gula merah asli.

“Bahan yang saya gunakan dalam membuat jenang adalah murni dari ketan,” terang Sumiatun pemilik usaha Rumah Jenang.

Jenang buatan Sumiatun sudah terjamin rasanya. Untuk proses produksi, dalam satu minggu dia dapat produksi hingga tiga kali. “Kalau hari biasa, dalam satu minggu membuat dua kali,” katanya.

Bahan lain yang digunakan adalah santan kelapa, tepung ketan, gula pasir, gula merah, dan garam. Dalam sekali proses pembuatan, dia membutuhkan ketan sebanyak 8-10 kilogram. Namun bahan yang digunakan tergantung dengan jumlah pesanan. Proses pembuatannya juga masih manual. Bahan bakarnya juga menggunakan kayu.

Karena tidak menggunakan bahan pengawet, jenang ini hanya bertahan selama satu minggu. “Kemasan jenang ada dua, satu kemasan isi satu kilogram dan setengah kilogram,” kata Sumiatun.

Dari keterangan yang didapatkan, rupanya omah jenang tidak hanya menyediakan satu produk saja. Di sana juga terdapat produk lain seperti madumongso, wajik dan jadah. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Tembus #desa milenial #luar jawa #sepatu lokal #bisnis #penjualan #jawa pos #Profil Desa