JP Radar Kediri- Salah satu makanan khas asal Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar yang wajib dicoba adalah wajik kletik. Kudapan ini memiliki rasa dan bentuk yang khas. “Jajanan wajik kletik dari nanas asli Kelud,” ujar Isti Bingatin, pengusaha wajik kletik asal Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar.
Isti mengatakan, pengolahan wajik kletik tersebut memakan waktu 4-5 jam. Bahan baku utamanya adalah nanas asli lereng Kelud. Meski tanpa bahan pengawet, olahan tersebut mampu bertahan hingga dua bulan. Agar hasilnya maksimal, nanas yang digunakan sudah dalam keadaan matang sempurna.
Sekali produksi, dia dapat menghabiskan 30 kilogram buah nanas. Dari bahan tersebut dapat dibuat 50 bungkus wajik kletik. “Agar serat nanas tetap terjaga, untuk proses penghancuran tidak menggunakan blender. Tetapi menggunakan mesin parut,” ucapnya.
Agar lebih menarik, wajik kletik tersebut dibungkus dengan klobot atau daun jagung kering. Sebelum digunakan, lembaran klobot tersebut disetrika terlebih dahulu. Tujiannya agar terbebas dari bakteri dan lebih tahan lama.
Tak hanya bisa mendulang cuan. Usahanya tersebut juga mampu menyerap tenaga kerja sekitar. Setidaknya ada tiga orang yang bekerja di sana.
Manfaatkan Lahan Sempit untuk Budidaya Beragam Bibit
Tinggal di kawasan lereng Gunung Kelud memberi banyak berkah bagi warga di Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar. Salah satunya Suwarto. Dia memanfaatkan lahan sempit di rumahnya untuk budidaya beragam bibit. “Ada pepaya, timun, cabai, tomat dan juga pohon kayu sengon,” kata Suwarto.
Suwarto sejatinya merupakan petani biasa. Dia punya ladang yang ditanami tanaman hortikultura. Namun, dia tidak berpuas diri. Dia juga menyemai benih untuk dapat dijual kembali kepada petani di sekitarnya.
“Saya tidak hanya bertani tetapi juga menyedikan bibit untuk teman-teman petani,” tuturnya sambil tersenyum. Meski belajar secara otodidak, hasil budidaya benihnya banyak diburu orang.
Saat ini, Suwarto juga tidak hanya melayani permintaan dari petani yang ada di desanya. Tetapi juga dari luar desa. “Saya tidak punya lahan lebih. Hanya memanfaatkan lahan yang ada saja,” kata bapak dua anak itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah