JP Radar Kediri- Pelatihan membordir yang digagas oleh Pemdes Cendono mendapat animo positif. Banyak ibu-ibu setempat yang antusias dengan pelatihan tersebut. “Kami hanya bertugas menjembatani,” jelas Kades Cendono Suprianto tentang program kelompok perempuan di desanya.
Pemdes Cendono tidak hanya mengumpulkan ibu-ibu yang berminat. Namun, juga memberikan wadah berupa tempat latihan. Tidak hanya itu saja, mereka juga diberi mentor dan peralatan untuk berlatih.
Kebanyakan warga yang berhasil lulus dalam pelatihan telah membuka usaha menjahit dan bordir. Pelatihan sendiri diadakan setiap tahun. Satu sesi pelatihan biasanya membutuhkan waktu selama dua bulan. “Untuk pelaksanaan pelatihan menunggu dana desa (DD),” tutur Suprianto.
Sebelum pelatihan bordir, pada 2007 dan 2008 telah dilakukan pelatihan menjahit. Namun, kegiatan tersebut sempat terhenti. Sekitar 2010, desa diberi bantuan berupa mesin bordir. Karena kegiatan sempat berhenti, mesin tersebut sempat tidak digunakan. Hingga akhirnya pada 2015 kembali dilakukan pelatihan bordir. “Setiap pelatihan yang diadakan, terdapat lima belas peserta,” katanya.
Para peserta dilatih dengan sungguh-sungguh. Sehingga ibu-ibu tersebut dapat mahir dalam menjahit dan membordir. Pelatihan ini disambut positif oleh ibu-ibu setempat. Pasalnya, keterampilan yang didapat mampu dijadikan bekal berwirausaha.
Kreasikan Gethuk Jadi Aneka Kudapan Kekinian
Gethuk merupakan salah satu makanan tradisional. Kudapan ini kerap disajikan sebagai camilan. Gethuk kerap dijumpai di beberapa penjual jajanan pasar. Namun, di tangan Erva Sa’adah, gethuk dirubah menjadi aneka kudapan kekinian.
“Kalau gethuk di pasaran lebih banyak lindri. Kalau ini bentuknya lebih menyerupai roll cake atau tart,” terang Erva yang juga owner Ikki Gethuk.
Perempuan yang akrab dipanggil Erva ini mengaku banyak belajar dari Youtube. Jika diamati, gethuk buatan perempuan 36 ini detailnya mirip dengan roll cake atau tart. Dengan bentuk tersebut gethuk kreasinya memiliki banyak varian bentuk dan rasa yang lezat.
Gethuk buatan perempuan asal Desa Cendono ini memiliki tekstur yang sangat lembut. Pasalnya, dia menggunakan bahan-bahan yang masih segar. Bahan yang digunakan adalah singkong, gula, vanili, pasta makanan, dan margarin. Karena tidak menggunakan bahan pengawet, gethuk ini hanya bertahan selama 12 jam dalam suhu ruangan.
Dia menyediakan rasa strawberry, pandan, mocha, capucino, milo, anggur, jeruk keprok, melon, nanas, original, taro, alpukat, durian dan tiramisu. “Untuk rasa yang best seller pandan ori dan gethuk roll rainbow,” ungkap Erva.
Sedangkan untuk toping terdapat pilihan mulai cokelat milo, cokelat keju, cokelat almond, anggur, strawberry, dan blueberry. Untuk gethuk tart, tidak hanya menggunakan kelapa halus. Ada juga yang menggunakan cream dan ditambah dengan toping cokelat. “Untuk bentuk yang paling dicari getuk roll, nampan, dan tart,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah