Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Ngasem, Ngasem, Kabupaten Kediri: Cetak Generasi Unggul, Beri Kelas bagi Ibu Hamil

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 29 Juli 2024 | 18:32 WIB
FOKUS: Ibu-ibu hamil dari Desa/Kecamatan Ngasem mengikuti kelas Hypnobirthing. Aktivitas tersebut untuk mencetak generasi unggul.
FOKUS: Ibu-ibu hamil dari Desa/Kecamatan Ngasem mengikuti kelas Hypnobirthing. Aktivitas tersebut untuk mencetak generasi unggul.

JP Radar Kediri-SALAH satu progam kesehatan yang digalakkan Pemdes Ngasem adalah kelas ibu hamil. Kelas tersebut diberikan di salah satu rumah warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem. Yaitu Agustina, yang merupakan Kader Ibu Hamil. “Saya Kader Ibu hamil sekaligus pelatih hypnobirthing di kelas ibu hamil Cagar Mahesa,” jelas perempuan yang kerap dipanggil Tina tersebut.

Tina menjelaskan bahwa ia mempelajari Hypnobirthing setelah melahirkan anak pertama. Kala itu, dia banyak mencari ilmu melahirkan dengan mudah dan lancar. Tanpa harus merasakan kesakitan.

Pada tahun 2017, dengan kehamilan keduanya, Tina mulai browsing di internet. Mencari cara menghindari kecemasaan ketika akan melahirkan. Ibu dua anak tersebut akhirnya mendapatkan solusinya. Salah satunya adalah Hypnobirthing.

Keberhasilannya menerapkan Hypnobirthing membuatnya ingin berbagi dengan ibu-ibu hamil di desanya. Meski hanya diadakan satu bulan sekali, dia berharap ilmu yang diberikan dapat bermanfaat. “Saya berharap dengan teknik hypnobirthing nantinya bayi dapat dilahirkan secara normal,” kata Tina.

Tata Ulang Pengelolaan Ruko agar Warga Dapat Berjualan

SELAIN peduli dengan kesehatan, Pemdes Ngasem juga perhatian dengan perekonomian warganya. Salah satu bentuk kepedulian tersebut dengan membangunkan sebuah lapak jualan berupa ruko. Tepatnya yakni alun-alun ruko Ngasem. ”Ruko ini dibangun untuk warga dapat berjualan,” terang Kepala Desa Ngasem Yahuri.

Menurutnya, ruko tersebut dapat menjadi wadah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tak terkecuali usaha kuliner. Yahuri mengatakan bahwa ruko tersebut dibangun di tanah kas desa atau bengkok seluas kurang lebih 530 ru.

Di sana tersebut terdapat 12 kios UMKM, lahan untuk PKL, Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), pusat oleh-oleh, gedung serba guna, musala dan tempat parkir yang luas. ”Jadi ruko-ruko yang ada disini sekaligus menjadi rest area,” ucapnya.

Sayangnya pengolahan ruko masih belum tergolong maksimal. Warga yang mendapatkan hak guna ruko banyak yang belum beroperasi. “Ada yang pernah buka, kemudian tidak mau berjualan lagi,” kata Yahuri.

dian tidak mau berjualan lagi,” kata Yahuri. Karena itu untuk kedepannya dia akan menata lagi pengelolaan dan penggunaan ruko. Sehingga nantinya ruko itu akan dapat digunakan secara maksimal. Warga yang mendapatkan jatah ruko diharapkan dapat konsisten. Jika tidak, akan dialihkan kepada warga lainnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah