Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Menang, Pagu, Kabupaten Kediri: Pemdes Rutin Berikan Pelatihan Usaha dan Dorong Ikuti Pameran

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 29 Juli 2024 | 18:24 WIB
KREATIF: Warga Desa Menang, Kecamatan Pagu menunjukkan ornamen tempat tisu yang diproduksi dari usaha rumahan.
KREATIF: Warga Desa Menang, Kecamatan Pagu menunjukkan ornamen tempat tisu yang diproduksi dari usaha rumahan.

JP Radar Kediri-MENANG adalah salah satu desa di Kecamatan Pagu. Desa ini terkenal dengan petilasan Sri Aji Jayabaya. Namun, ternyata tidak hanya itu saja. Desa ini memiliki beragam pelaku UMKM unggulan. “Warga desa ini banyak sekali yang menggeluti dunia usaha,” terang Sekertaris Desa Menang Hartono.

Total ada puluhan warganya yang menhadi pelaku UMKM di sana. Jenis usahanya bervariasi. Mulai dari usaha pembuatan kerajinan tangan hingga olahan makanan.

Melihat fenomena tersebut pemdes tak lantas berdiam diri. Dukungan terus diberikan. Seperti mengadakan pelatihan produksi, pengemasan, dan pemasaran. “Respon masyarakat dengan adanya pelatihan ini sangat bagus,” ucap Hartono.

Peserta pelatihan tidak hanya berasal dari pelaku UMKM saja. Namun juga ada yang merupakan warga biasa. Dengan adanya pelatihan tersebut, warga banyak yang tertarik membuka usaha sendiri.

Terkait pemasaran, Pemdes Menang kerap memberi perhatian lebih. Salah satunya dengan rutin mengangkat kearifan lokal setempat.

Manfaatkan Pasir untuk Hiasan dan Ornamen Kotak Tisu

ADA warga Desa Menang yang cukup kreatif. Salah satunya dengan membuat kerajinan dari bahan pasir pantai. Sederhana. Tetapi memiliki nilai jual tinggi. Adalah Ali Rahmawanto yang menjadi pelakunya.

Ali mengatakan bahwa pasir pantai yang dikumpulkan dapat prakarya. Karya tersebut mulai dari tempat alat tulis, lampu, tempat tisu dan berbagai peralatan lainya.

Selain menggunakan pasir pantai, mereka juga mengunakan kayu kiloan. Cara pembuatan prakarya tersebut masih mengunakan tenaga manual. Meski memiliki dua karyawan, untuk desain, Ali sendiri yang mengerjakan. ”Agar pasir pantai tidak rontok, dilakukan dua kali pengolesan lem pada prakarya, ujar Ali.

Untuk mengeringkan pasir yang akan ditempel, Ali masih menggunakan tenaga matahari. Ini dikarenakan, jika menggunakan mesin pengering, hasilnya tidak sesuai. Pasir akan mudah terlepas.

Dalam satu hari, puluhan karya dapat dihasilkan. Mulai dari tempat tisu hingga buku. Harga yang dipatok juga tidak tinggi. Mulai Rp15 ribu hingga ratusan ribu. ”Tergantung produk yang diinginkan,” rungkad iki senior.

Peminat pun beragam. Sebagian besar ibu rumah tangga dan remaja. Untuk pembeli remaja, sebagian besar membeli peralatan sekolah yang berupa tempat pensil dan buku.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #desa milenial #umkm #Pemdes #pemasaran #pameran #jawa pos #Profil Desa