JP Radar Kediri - Ada banyak cara mengasah kemahiran berbahasa Bahasa Inggris. Kampiun School English Star untuk tingkat SMA dan SMP membagikan cerita mereka bisa menguasai bahasa internasional dengan baik.
“Saya sering dimarahi karena tidak pernah latihan di sekolah,” aku Jesselyn Sylvianna Jaya Kusuma. Siswi SMA Katolik ST. Augustinus yang kini duduk XI itu tidak pernah menyangka akan menjadi jawara English Star SC XVI GenZverse.
Pelajar 16 tahun yang tinggal di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota itu hanya punya waktu tiga hari untuk menyiapkan materi. Seminggu sebelumnya, dia sudah menyiapkan cerita rakyat tentang Timun Mas.
Oleh guru pembimbingnya, diingatkan jika tema SC XVI kali ini adalah Beyond Creativity. Siswi yang kerap disapa Jess itu pun akhirnya mengubah ceritanya menjadi kesetaraan kelas.
Jess merasa cukup enjoy dengan semuanya. Anak kedua dari dua bersaudara itu rupanya sudah terbiasa mempraktikkan Bahasa Inggris. Kemahirannya didapat dari kebiasaannya mendengarkan konten game online berbahasa Inggris.
Semuanya berjalan natural. Dan bisa melafalkan Bahasa Inggris secara otodidak tanpa les yang ketat seperti kebanyakan orang.
Bahkan, Jess tidak terlihat grogi saat membawakan story telling di hadapan juri.
Kebiasaannya mendengarkan game online berbahasa Inggris itu sudah dilakukan sejak saat kelas empat.
Dengan sendirinya dia mampu memahami dengan sendirinya. Beruntung sang kakak juga memiliki kemampuan yang sama. Sehingga kerap praktik berdua.
“Kalau bertengkar juga biasanya pakai Bahasa Inggris,” kenang Jess sambil tersenyum. Kebiasaannya itulah yang membuat kepercayaan dirinya semakin tinggi. Ketika tampil, dia hanya butuh memahami cerita yang akan dipresentasikan.
Adapun Juara 1 School English Star SMP, Samantha Gabriella Kusmarto. Gadis punya cerita yang hampir sama. Siswi berusia 13 tahun itu mengaku kerap mempraktikkan Bahasa Inggris dengan kakak-kakaknya.
“Saya anak ke tiga dari empat bersaudara. Yang mengajari Bahasa Inggris adalah kakak yang pertama, terus kami semuanya mengikuti dia (kakak pertama, red),” jelas gadis yang akrab disapa Gabi ini.
Kebiasaannya menggunakan bahasa Inggris di rumah membuatnya sangat lancar saat presentasi. Bahkan para juri dibuat melongok. Di usia yang masih belia dia menyampaikan materinya dengan sangat fasih. Bahkan, gayanya pun tidak berlebihan. Santai. Tapi memukau dewan juri.
Gabi menceritakan pengalaman yang hampir sama dengan Jess. Pada saat bertengkar dengan kakak-kakaknya pasti menggunakan Bahasa Inggris. Dari kebiasaan itulah, Gabi tampil dengan percaya diri. Dia mampu menjawab pertanyaan juri dengan mudahnya.
Sementara itu, untuk persiapan materi, dia banyak mencari referensi dari internet. Tema yang diangkat, terinspirasi dari pelajaran yang didapatkan dari guru PKN. Yakni tentang revolusi mental. “Saya berpikir bahwa itu sebuah topik yang cocok untuk anak-anak zaman sekarang,” akunya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah