Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Turus, Gurah, Kabupaten Kediri: Berdayakan Ibu-ibu Desa Produksi Kemoceng

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 26 Juli 2024 | 17:11 WIB
BERDAYA: Ibu-ibu di Desa Turus, Kecamatan Gurah membuat kemoceng dari tali rafia. HABI
BERDAYA: Ibu-ibu di Desa Turus, Kecamatan Gurah membuat kemoceng dari tali rafia. HABI

JP Radar Kediri- “Saya memulai usaha pembuatan kemoceng sejak tahun 2012 lalu,” terang Nirza Faudanuriya, salah satu perajin kemoceng di Desa Turus.

Tidak hanya Nirza. Banyak warga lain yang juga menggeluti bisnis serupa. Tak ayal, banyak warga yang menggantungkan nasib pada usaha ini. Dia juga mengajak ibu-ibu sekitar untuk ikut membuat kemoceng dari tali rafia ini. Kini, total sudah ada sepuluh ibu-ibu yang bergabung bersamanya.

Pembuatan kemoceng dinilai relatif mudah. Ibu-ibu di sana juga belajar secara otodidak. Dalam sehari, setiap orang mampu membuat 10-15 biji kemoceng. Mereka biasanya membuat kemoceng sembari menjalankan aktivitas rumah tangga.

Kemoceng buatan ibu-ibu tersebut akan dipasarkan Nirza ke beberapa tempat. Salah satunya ke Pasar Pare. Harga per bijinya dibanderol Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu. “Alhamdulillah sejauh ini permintaan cukup tinggi,” tambahnya.

Kini, semakin banyak perajin kemoceng di Desa Turus. Agar tidak terjadi perang harga, pemdes membuat koperasi untuk menaungi mereka. Dengan demikian faktor harga tidak akan menjadi masalah.

Usaha pembuatan pot bunga di Desa Turus banyak digeluti kelompok pemuda. Usaha tersebut merupakan rintisan Budi Santoso. Budi sengaja merekrut para generasi muda tersebut untuk aktif berkarya.

“Sudah tiga tahun ini saya ikut membuatnya,” terang Yuswar Setiawan, salah satu pemuda yang ikut jadi perajin pot bunga.

Yuswar mengatakan bahwa produksi pot bunga tersebut dijalankan setiap hari. Dulunya, Yuswar banyak menghabiskan waktu untuk nongkrong bersama teman-temannya. Selain kuliah, dia tidak banyak memiliki kegiatan produktif. Hingga akhirnya dia ikut membuat pot bunga tersebut. “Senang jadi ada kegiatan yang positif,” akunya.

Biasanya para pembeli pot tersebut berasal dari lembaga sekolah dan kantor instansi pemerintahan. Meski penjualan belum tinggi, usaha tersebut cukup menjanjikan sebagai sampingan. “Lumayan hasilnya walaupun tidak besar,” tambah mahasiswa semester tujuh jurusan teknik mesin tersebut.

Usaha pembuatan pot bunga di Desa Turus banyak digeluti kelompok pemuda. Usaha tersebut merupakan rintisan Budi Santoso. Budi sengaja merekrut para generasi muda tersebut untuk aktif berkarya.

Wadahi Kelompok Pemuda Berkreasi Membuat Pot

“Sudah tiga tahun ini saya ikut membuatnya,” terang Yuswar Setiawan, salah satu pemuda yang ikut jadi perajin pot bunga.

Baca Juga: Profil Desa Srikaton, Papar, Kabupaten Kediri: Fasilitasi Ibu-ibu Desa Berkarya Membuat Tas Anyaman Plastik

Yuswar mengatakan bahwa produksi pot bunga tersebut dijalankan setiap hari. Dulunya, Yuswar banyak menghabiskan waktu untuk nongkrong bersama teman-temannya. Selain kuliah, dia tidak banyak memiliki kegiatan produktif. Hingga akhirnya dia ikut membuat pot bunga tersebut. “Senang jadi ada kegiatan yang positif,” akunya.

Biasanya para pembeli pot tersebut berasal dari lembaga sekolah dan kantor instansi pemerintahan. Meski penjualan belum tinggi, usaha tersebut cukup menjanjikan sebagai sampingan. “Lumayan hasilnya walaupun tidak besar,” tambah mahasiswa semester tujuh jurusan teknik mesin tersebut.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #desa milenial #produksi #kemoceng #pemberdayaan umkm #jawa pos #Profil Desa