Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Kawedusan, Plosoklaten, Kabupaten Kediri: Tugu Garuda Jadi Ikon Persatuan dan Keberagaman

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 26 Juli 2024 | 17:02 WIB
KREATIF: Denok Sumiati menunjukkan kreasi kopi dengan cita rasa rempahrempah pilihan yang dibuat di rumahnya Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten.
KREATIF: Denok Sumiati menunjukkan kreasi kopi dengan cita rasa rempahrempah pilihan yang dibuat di rumahnya Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten.

JP Radar Kediri- Ada sebuah tugu ikonik yang berada di salah satu tikungan Desa Kawedusan. Bangunannya menjulang tinggi. Dengan burung Garuda di puncaknya. Tak ayal, tugu ini menjadi salah satu penanda di Desa Kawedusan.

Tidak hanya sebagai landmark semata. Tugu ini juga memiliki banyak makna. Salah satunya membawa semangat persatuan dan keberagaman. “Tidak ada yang berbeda-beda. Karena kami semua sama di bawah Garuda Pancasila,” ujar Sekretaris Desa Kawedusan Wisnu Handana.

Tugu tersebut baru saja diresmikan oleh pemdes dan warga setempat. Pembuatan tugu ini memakan waktu sekitar 6 bulan. Setelah selesai dibangun, tugu tersebut terlihat megah dan indah. Bahkan, tak jarang warga dan pengendara yang melintas menyempatkan waktu befoto di sana.

Terlebih, tugu ini dibangun di jalan utama. Lokasinya pun strategis. Masyarakat akan dengan mudah menemukannya. Terlebih, tugu ini dapat terlihat dari berbagai arah. “Jalanan itu merupakan jalan utama. Dan sering digunakan lewat oleh pengedara. Tentunya akan menarik perhatian orang jika melintas,” tutur Wisnu.

Sementara itu, berdirinya tugu tersebut juga menjadi kebanggaan bagi warga Kawedusan. Pasalnya, dana yang digunakan berasal dari uang hadiah nominator kategori inovasi bidang pengelolaan wisata.

Kembangkan Industri Rumahan Pembuatan Kopi Rempah-Rempah

Produsen kopi di Kabupaten Kediri dengan mudah dijumpai. Namun, tidak seperti kopi kreasi Denok Sumiati. Warga Desa Kawedusan ini mengembangkan kopi dengan rasa yang unik. Yaitu memiliki cita rasa rempah-rempah yang khas. Tak ayal, penjualannya mampu menempus pasar luar pulau.

“Kopi ini beda sama kopi lain. Soalnya saya tambah rempah-rempah seperti jahe, kayu manis, dan rempah-rempah lainnya,” jelas Denok saat ditemui di rumahnya kemarin.

Denok sudah 10 tahun lebih memproduksi kopi tersebut. Dia mempertahankan resep turun-temurun. Karena sebelumnya orang tua Denok juga meracik kopi. Kini usaha tersebut diteruskan oleh dirinya. Tak hanya rasa yang berbeda. Kopi tersebut juga memiliki khasiat. Seperti mengobati masuk angin, asma, dan capek-capek.

Selain itu, kemasan kopi buatannya juga terbilang unik. Yakni dibungkus dengan kayu berbentuk guci. Sehingga orang yang melihatnya akan tertarik untuk membeli. “Orang sini bilangnya kemasan cempluk. Ya, alasannya biar beda sama lainnya juga,” imbuhnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #desa milenial #umkm #Potensial #usaha kreatif #kopi #jawa pos #Profil Desa