JP Radar Kediri- Desa Krekep memiliki sumber mata air yang masih terjaga keasriannya. Namanya adalah Sumber Sirah. Keberadaan sumber tersebut sangat membantu masyarakat desa. Terutama terkait perekonomian.
Untuk menjaga sumber tersebut pemdes dan warga kompak merawatnya. Mereka rutin mengadakan kerja bakti. “Agar sumber ini tetap terawat rutin dilakukan bersih-bersih setiap satu bulan sekali,” terang Kepala Desa Kerkep Bondhan Wijokangko.
Vegetasi di sumber ini tergolong beragam. Pohonnya rindang. Alhasil, setiap dibersihkan selalu terkumpul banyak dedaunan. Namun, daun-daun tersebut tidak dibiarkan begitu saja. Melainkan diolah ke TPS3R milik desa.
Tidak hanya membersihkan sampah dedaunan. Pemdes juga rutin menanam kembali pohon di wilayah sumber. Sehingga di sekitar sumber tidak hanya dipayungi oleh pohon yang sudah berusia ratusan tahun. Namun juga pohon-pohon baru.
Sementara itu, Sumber Sirah telah menjadi tempat wisata desa sejak sebelum 2019 lalu. Sebelum jadi tempat wisata, sumber ini hanya untuk pengairan sawah. Setelah itu muncul usulan agar dilakukan normalisasi. Kemudian disiapkan menjadi destinasi wisata desa.
Pandemi juga sempat menutup operasional tempat wisata ini. Tapi buka kembali pada 2021. Pemdes pun berusaha memperkuat dengan menambah beberapa fasilitas. Mulai dari tempat kuliner hingga outbound.
Khusus outbound, ada tim sendiri yang mengelolanya. Terdiri dari anggota karang taruna, perangkat desa, dan ibu-ibu PKK. Menariknya, paket outbound tak dipatok permanen. Menyesuaikan anggaran yang dimiliki peserta.
Lihat Peluang Bisnis, Produksi Rempeyek dan Sambal Pecel
Di Desa Kerkep terdapat seorang warga yang memproduksi rempeyek dan sambal pecel. Dia adalah Puji Prastutik. Usahanya tersebut sudah berjalan selama empat tahun. Dibantu dengan anaknya, Tutik membanguan usahanya di rumah. Mereka menjualnya dalam bentuk kemasan.
“Dulu hanya membuat ketika ada yang pesan. Karena banyak yang cocok buat untuk di stok ke warung,” jelas Tutik.
Baca Juga: Profil Desa Pojok, Wates, Kabupaten Kediri: Ada Rumah Masa Kecil Bung Karno, Jadi Wisata Sejarah dan Edukasi
Tutik menjelaskan untuk proses penggorengan, masih menggunakan kayu sebagai bahan bakar. “Karena panasnya lebih mudah dan membuat peyek lebih renyah,” ungkapnya.
Tutik mengembangkan resepnya sendiri. Karena resep hasil racikan sendiri, rempeyek buatannya tidak menggunakan bahan pengawet. Untuk isian rempeyek, terdapat kacang dan ikan teri.
“Untuk isian bisa disesuaikan dengan pemesanan,” imbuh Tutik. Selain membuat rempeyek, dia juga melayani pembuatan sambel pecel. Produknya dinamakan Pangestu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah