Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Blabak, Kandat, Kabupaten Kediri: Pemdes Bangun Embung Desa untuk Sarana Irigasi Pertanian Warga

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 17 Juli 2024 | 17:19 WIB
KUAT: Sentra pembuatan batu bata merah di Desa Blabak, Kecamatan Kandat sudah beroperasi sejak puluhan tahun silam.
KUAT: Sentra pembuatan batu bata merah di Desa Blabak, Kecamatan Kandat sudah beroperasi sejak puluhan tahun silam.

JP Radar Kediri- Desa Blabak meiliki lahan pertanian yang luas. Jenis tanaman yang ditanam pun beragam. Mulai dari tebu, ketela, padi, hingga palawija. Namun, saat musim kemarau selalu mengalami permasalahan. Tak lain dikarenakan debit air yang berkurang.

Permasalahan ini ditanggap dengan baik oleh Pemdes Blabak. Menyiasati hal tersebut pemdes berupaya mencari solusi. Hingga akhirnya dibangun embung untuk menampung debit air. Sehingga saat musim kemarau tidak lagi kebingungan dalam hal pengairan.

“Embung ini sebagai tempat penampungan air untuk mengairi sawah saat musim kemarau,” kata Kepala Desa Blabak Tombayaki.

Embung ini sengaja dibangun di area sekitar sumber mata air. Tepatnya sumber yang biasa disebut Reco Banteng. Air dari sumber ini yang nantinya ditampung di embung. “Kalau sudah ke luar airnya akan ditampung di embung,” ucapnya.

Menurut Tombayaki, sumber ini penting untuk irigasi area pertanian di Desa Blabak. Meski tidak semua menanam padi, embung ini bisa menjadi salah satu alternatif saat musim kemarau panjang terjadi. “Kalau kemarau sangat sedikit airnya. Bahkan hampir kering,” terangnya.

Pemdes tidak hanya membangun embung semata. Nantinya juga bakal ditanami pepohonan untuk menunjang kelestarian alam di sana. Terutama pohon jenis ficus. Pasalnya, pohon ini dapat menjaga kestabilan aliran sumber. Juga untuk membuat kawasan sumber lebih teduh.

Setelah embung selesai dibangun, Pemdes Blabak juga akan membuat saluran irigasi tersier ke sawah-sawah sekitar. Tak hanya itu, ke depannya juga bisa digunakan untuk tempat wisata.

Puluhan Keluarga Kembangkan Sentra Batu Bata Merah

Bata bata asal Blabak seakan sudah jadi brand tersendiri. Bukan hanya di Kediri. Produk tersebut sudah dikenal hingga ke kota-kota lain di Jawa Timur. Pasalnya, batu bata tersebut terkenal kuat, keras, dan padat.

Usaha ini telah digeluti warga setempat sejak puluhan tahun lalu. Batu bata di sana terjamin mutunya. Hingga menjadi rujukan banyak orang yang hendak mencari bahan bangunan.

Jumlah perajinnya mencapai puluhan. Tenaga kerjanya hingga ratusan. Salah satunya adalah Sutaji, 40. Dia sudah turun-temurun menggeluti usaha tersebut. “Penduduk sini kalau mau bikin rumah ya bikin batu bata sendiri. Tidak usah beli,” ujarnya.

Kualitas batu bata tersebut akhirnya tersebar luas. Banyak orang yang tertarik. Lalu, mulai ada yang memesan. Sehingga, produksi batu bata itu berkembang menjadi usaha rumahan. “Dulu pekerjanya ya anggota keluarga sendiri dalam satu rumah,” kata Sutaji.

Dalam sehari, satu karyawan mampu mencetak paling tidak seribu biji batu bata mentah. Dalam sebulan bisa menghasilkan 50-70 ribu biji batu bata jadi. Ciri khas batu bata Blabak yaitu ada coretan di tengahnya.

“Kalau ada coretannya di tengah ini kan kelihatan cantik. Jadi, jangan percaya kalau penjual bilang itu ‘Bata Blabak’ tapi tidak ada coretan di tengahnya,” ungkap Sutaji.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #desa milenial #Pemdes #kandat kediri #jawa pos #Profil Desa