JP Radar Kediri- Usaha ini telah digeluti Ari selama bertahun-tahun. Kapsul yang terbuat dari ikan gabus produksinya mampu berjajar dengan produk mentereng lain. Terlebih, produknya juga telah mendapatkan izin BPOM.
“Syukurlah sudah sejak Februari 2018 kemarin produk kapsul ikan gabus kami telah mendapat izin resmi,” terang Ari.
Baginya, izin tersebut sangatlah penting. Pasalnya, produk jenis obat harus memenuhi uji laboratorium dan izin yang ketat. “Untuk uji lab saja hingga belasan kali,” tutur suami Sri Amani ini.
Kini, pihaknya bisa bernapas lega. Menurutnya sebagai produk obat-obatan standar haruslah terjamin, aman, dan berkhasiat. Oleh karena itu Ari sangat memerhatikan setiap detail proses pembuatan kapsul ikan gabus setiap harinya.
Hal pertama yang dia perhatikan yaitu kualitas ikan gabus segar yang disetor oleh pemasok. “Setiap produksi membutuhkan 15 kilogram ikan gabus. Itu bisa menghasilkan 600 kapsul,” terangnya.
Selain dapat mempercepat penyembuhan luka, kapsul ini juga bisa digunakan untuk mengurangi bengkak akibat diabetes. Ari sengaja menjual dalam bentuk kapsul agar masa bertahannya lebih lama. Pasalnya, kapsul bisa bertahan hingga dua tahun.
Selain dipasarkan dengan kerjasama dokter dan rumah sakit, dia juga membuka penjualan online. Sehingga tak jarang mengirim ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, produknya pernah dikirim ke Frankfrut, Jerman karena ada orderan dari sana.
Sulap Pare Jadi Keripik Bercita Rasa Nikmat
Bagi kebanyakan orang, olahan pare tidak banyak diminati. Namun, Sunarish justru mengolahnya menjadi keripik. Pare yang terkenal pahit disulap menjadi bercita rasa lezat.
Usaha tersebut sudah digeluti oleh Sunarsih sejak 2017 silam. Produk buatannya dipasarkan dengan harga relatif terjangkau. Dengan merogoh kocek Rp 22.500 sudah bisa mendapatkan keripik pare seperempat kilogram. Sedangkan kemasan setengah ons dihargai Rp 5.000.
Produksinya meningkat pesat saat menjelang hari raya Idul Fitri. Lebih dari 30 kilogram keripik pare buatannya bisa ludes terjual. Untuk menjaga kualitas, Sunarsih memakai peralatan yang terbuat dari stainless steel. “Banyak yang berminat saat lebaran,” ujar Sunarsih.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah