Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Bakalan, Banyakan, Kabupaten Kediri: Gelar Pengajian Rutin, Upaya Perketat Hubungan Masyarakat

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 16 Juli 2024 | 16:37 WIB
MERIAH: Acara pengajian rutin yang digelar di Desa Bakalan, Kecamatan Banyakan selalu dihadiri oleh banyak peserta.
MERIAH: Acara pengajian rutin yang digelar di Desa Bakalan, Kecamatan Banyakan selalu dihadiri oleh banyak peserta.

JP Radar Kediri- Setiap desa memiliki tradisi atau kebisaannya sendiri. Seperti di Desa Bakalan, Kecamatan Banyakan yang rutin menggelar pengajian. Itu dilakukan untuk memperekat hubungan masyarakat. 

Desa Bakalan memiliki ciri khasnya dalam menjaga hubungan antarwarga. Yakni melalui pengajian. Ya, mulai yang rutinan hingga peringatan hari besar Islam (PHBI) selalu terlaksana dengan khidmat.

“Pengajian kan ramai ya, jadinya banyak yang datang terus kumpul bersama,” terang Kaur Perencanaan Desa Bakalan Moh. Sokhifudin.

Lokasi pengajian ini berada di kawasan makam Syekh Abdullah Mursyad. Ada beberapa alasan pengajian dilaksanakan di sana. Salah satunya karena lokasi tersebut sering menjadi tempat berkumpulnya masyarakat. Tak hanya orang tua. Namun juga anak-anak.

Sokhifudin mengatakan, pengajian ini tidak hanya menjadi sarana wisata religi. Namun juga menjadi wadah meningkatkan silaturahmi masyarakat. Pengajian yang sudah ada sejak 1980-an tersebut membuat banyak orang kagum. Tak hanya warga dari dalam desa saja. Tetapi dari luar desa juga.

Pasalnya, banyak fasilitas yang mendukung pengajian tersebut. Mulai dari lahan parkir, warung makan, dan banyak lagi lainnya. Semua dibangun menggunakan dana infaq.

Agar lebih terkoordinir, pemdes membentuk kepanitiaan khusus pengajian sejak 2013. Isinya meliputi perangkat desa dan pengurus masjid setempat. Terbukti, dengan kepanitiaan tersebut acara pengajian jadi lebih meriah lagi. Kekompakan dan keramaian pengunjung ikut meningkat.

“Semoga dengan ini bisa menjadi sarana masyarakat beribadah sekaligus bersilaturahmi,” tutur Sokhifudin.

Pasarkan Produk Tahu Takwa hingga Luar Kota

Produksi tahu takwa berkembang pesat di Desa Bakalan. Salah satu pelaku usahanya adalah Muhammad Munir, 49. Dia menggeluti usahanya tersebut sejak 1992. Dia mengikuti jejak sang ayah. “Tetapi saat itu ayah saya hanya menjual tahu putih. Sekarang saya bikin tahu takwa untuk oleh-oleh,” jelas Munir.

Dia mengatakan bahwa konsumen tahu khas Desa Bakalan ini berasal dari Pasuruan hingga Solo. Pembelinya bahkan rela datang jauh-jauh demi tahu takwa buatan Munir. “Ada juga konsumen yang merupakan pekerja migran Indonesia. Mereka biasa membawa tahu takwa ini ke Singapura dan Malaysia,” ungkapnya.

Terkait produksi, Munir mengatakan bahwa dalam sehari dia dapat memasak 10 kali. Sekali memasak bisa menghabiskan 15 kilogram kedelai. Setiap beseknya dibanderol Rp 15 ribu. Satu besek berisi 10 biji tahu.

Untuk promosi atau penjualan dia menggunakan metode getok tular dan online yang dibantu keponakannya. Tahu takwa Munir disukai karena teksturnya lebih lemas. Setiap Idul Fitri, dia bahkan memproduksi tahunya 24 jam tanpa henti. Kini Munir berharap, dapat segera mengurus surat izin usaha perdagangan (SIUP) agar usahanya lebih lancar.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #desa milenial #pengajian #desa bakalan #PHBI #jawa pos #Profil Desa