JP Radar Kediri - Kepala Desa Canggu Saptonoko menyadari betul potensi di desanya. Tak hanya dalam skala kecil. Potensi di sana sangat menjanjikan jika digarap secara maksimal. Di sektor wisata, desa ini memiliki situs Candi Surowono yang menjadi andalan. Tak hanya itu, masih banyak objek wisata lain yang tak kalah menariknya.
“Objek-objek wisata di sini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat,” ujar Saptonoko.
Dia mengklaim, kunjungan wisatawan saat hari libur bisa mencapai ribuan orang. Hebatnya, di luar hari libur masih saja ada pengunjung yang datang. Salah satu pengunjung tetapnya adalah para pelajar dari Kampung Inggris, Pare.
“Dengan menyuguhkan suasana desa yang asri dan sejuk, banyak wisatawan selalu datang ke sini,” ucapnya.
Agar lebih terorganisir, pihaknya memutuskan untuk membuat Tim Desa Wisata. Isinya warga dan para pelaku wisata. Semuanya asli warga setempat. “Di sekitar Goa Surowono juga kami siapkan wahana outbond dengan berbagai permainan. Mulai dari flying fox hingga permaian tali-temali,” tutur pria berumur 50 tahun ini.
Beberapa paket ditawarkan oleh pihaknya. Seperti paket menginap dua hari semalam dengan segala fasilitasnya. Juga ada paket sehari berwisata desa. Alhasil, beberapa instansi di Kediri maupun luar kota mulai banyak berdatangan.
Saptonoko menerangkan dengan dikembangkannya desa wisata yang lebih terorganisir oleh timnya. Mampu meningkatkan pendapatan asli desa. Termasuk berimbas pada perekonomian warga sekitar.
Sentra Pembibitan Ikan Hias, Kirim hingga Luar Jawa
Tidak hanya unggul dalam sektor pariwisata. Desa Canggu juga terkenal dengan sentra perikanan. Baik pembibitan ikan konsumsi hingga ikan hias. Tidak hanya dikirim ke luar kota saja. Melainkan sampai tembus pasar luar Jawa. Seperti Kalimantan dan Papua.
Untuk ikan konsumsi antara lain jenis tombro, tawes, dan mujair. Sedangkan ikan hias seperti jenis koi dan cupang.
“Awalnya memang bibit ikan konsumsi. Baru sekitar tahun 1992 desa kami juga budidaya ikan hias,” ungkap Kepala Desa Canggu Saptonoko.
Potensi budidaya ikan di desanya juga didukung wilayah yang strategis. Seperti dengan keberadaan enam sumber yang terus mengalir di desanya tanpa henti. Sehingga air untuk bididaya ikan tidak ada habis-habinya. Tak ayal, hampir 95 persen warganya memiliki kolam budidaya ikan.
“Rata-rata warga kami bekerja di perikanan,” ujar kades kelahiran 1967 tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah