Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Medowo, Kandangan, Kabupaten Kediri: Kembangkan Kopi Arabika Jadi Andalan Perkebunan Warga

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 11 Juli 2024 | 16:37 WIB
POTENSI DESA: Kopi asli Desa Medowo, Kecamatan Kandangan menjadi salah satu andalan di Kabupaten Kediri.
POTENSI DESA: Kopi asli Desa Medowo, Kecamatan Kandangan menjadi salah satu andalan di Kabupaten Kediri.

Di Desa Medowo tersebar perkebunan penghasil kopi. Bahkan, potensi ini telah dikenal sejak zaman kolonial Belanda. “Di daerah kami ada namanya Kopi Kongsi asli penanaman zaman Belanda. Kopi Kongsi ini mbahnya Arabika,” terang Sumaryadi, salah satu perangkat Desa Medowo.

Sumaryadi sendiri juga seorang petani kopi. Tidak hanya satu-dua jenis kopi saja yang ditanam di sana. Seperti kopi luwak juga ada. Karena memang hewan ini masih banyak hidup di sekitar hutan Medowo. Tidak hanya itu, terdapat pula Kopi Combre yang merupakan kopi tupai.

“Kalau kopi ini tidak dimakan tupai lalu kotorannya yang jadi kopi. Tapi biji kopi yang dimakan kulitnya saja lalu bijinya jatuh ke tanah yang disebut Kopi Combre,” terangnya.

Tidak hanya itu saja. Masyarakat desa juga aktif berinovasi dengan kopi hasil perkebunan setempat. Seperti yang dilakukan Jinto. Warga Desa Medowo ini dengan cermat menyeleksi kopi untuk menghasilkan kopi berkualitas.

Kopi yang biasa disebut kopi Jinto ini pun kini terus berkembang. Kopi andalannya adalah kopi lanang. Disebut kopi lanang karena satu kopi bijinya hanya ada satu. Lalu, ada juga kopi Wedok. Satu kopi dengan biji lebih dari satu. “Dengan penyeleksian kopi yang cermat ini menghasilkan rasa yang berkualitas,” tutur Sumaryadi.

Di desa ini juga memiliki penangkaran luwak. Seperti penangkaran milik Kuswadi. Kini dia memiliki sekitar 15 luwak hasil ternaknya. Dalam sehari, setidaknya luwak-luwak itu bisa menghasilkan sekitar 3 kilogram kopi kering. Kopi tersebut tidak hanya diincar oleh kafe-kafe di sekitar Kediri saja. Namun, sudah sampai Surabaya. Bahkan, luar Jawa.

Banyak Peninggalan Belanda, Kaya Wisata Sejarah

Desa Medowo juga kaya akan wisata sejarahnya. Bagaimana tidak, di desa ini banyak bangunan-bangunan peninggalan Belanda. Bahkan beberapa masih difungsikan warga hingga saat ini. Seperti bangunan yang biasa disebut warga Sumber Londo ini. Di sekitar Sumber Londo terdapat sebuah bangunan tua yang terbuat dari batu dan cor beton.

Ada satu pintu yang saat dimasuki terdengar gemericik air. Lalu, terlihat kolam serta pipa-pipa asli buatan Belanda. Pintu sumber ini ada di perbukitan Desa Medowo. Selain nampak klasik nan kokoh, bangunan ini juga berkesan eksotik.

“Bangunan ini cukup bersejarah. Karena menurut informasi, sumber ini dibangun Belanda tahun 1933 untuk kebutuhan air bersih sekitar pabrik kopi,” terang Kaur Pemerintahan Desa Medowo Sukemi.

Sukemi menerangkan bahwa dulunya sumber ini cukup vital bagi perkebunan kopi Medowo. Karena saking pentingnya, Belanda membuat bangunan ini agar sumber tidak terkontaminasi air hujan. Sumber Londo dibuat dengan pengaman berbentuk lingkaran beton besar dan hanya diberi satu pintu saja.

“Dulu pintunya ya dari besi, sekarang pintunya sudah tidak ada. Kemungkinan zaman dulu Belanda takut airnya diracun orang. Sehingga ditutup rapat,” ucap Sukemi.

Karena kejernihan airnya, warga setempat masih memanfaatkan sumber ini. Oleh pemdes, sumber ini juga bakal dikembangkan jadi situs wisata. “Akan coba kita maksimalkan bangunan tua Belanda ini agar lebih bermanfaat,” tandasnya.

Sebenarnya masih banyak bangunan-bangunan Belanda lainnya di sana. Salah satunya berbentuk kolam. Dulunya, kolam tersebut dimanfaatkan untuk menampung biji-biji kopi. Lalu, airnya diarahkan ke pabrik kopi. Sehingga biji-biji kopi bisa sampai pabrik tanpa harus memerlukan tenaga untuk mengangkutnya. Tak ketinggalan, di desa ini juga terdapat sebuah tugu Trianggulasi yang dibangun sejak zaman Belanda.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Medowo #kabupaten kediri #desa milenial #kopi arabika #jawa pos #kandangan #Profil Desa