JP Radar Kediri - Sudah sekitar sepuluh tahun Wagimin, 61 menggeluti usaha pembuatan batu bata. Dia tidak sendirian. Banyak tetangganya yang berkecimpung di usaha serupa. Bahkan, beberapa masih tergolong kerabatnya.
“Kalau di sebelah timur milik adik kandung saya, seberang rumah, milik kakak perempuan,” ujar Wagimin.
Usaha pembuatan batu bata tersebut sudah turun-temurun dari orang tuanya. Kini, untuk proses produksi dia dibantu dengan Hartopo, anaknya dan dua pekerja. Dalam sehari, dia bisa memproduksi batu bata hingga dua ribu buah.
Setelah benar-benar kering, batu bata mentah akan dibakar. Wagimin menjelaskan bahwa pembakaran harus dilakukan terus menerus. Selama lima hari berturut-turut. Tujuannya untuk mempertahankan kualitas produksi.
Wagimin juga menambahkan bahwa bata merah itu dijual hingga ke luar kota. Seperti Nganjuk, Blitar, dan Madiun. Dia juga menerima pesanan dan pengantaran sampai ke rumah pembeli.
Kepala Dusun Sumbersari Damuri menjelaskan bahwa banyak warga di sana yang membuat batu bata. Meski masih banyak yang bertani juga. “Batu bata sebagai pekerjaan sampingan,” tutur Damuri.
Produksi Alat Pertukangan dan Perkebunan sejak 1996
Di Desa Datengan terdapat sebuah bengkel yang membuat alat-alat pertukangan dan perkebunan. Sekretaris Desa Datengan Suwanto menerangkan, bengkel ini bermula dari usaha kecil bengkel las. Bengkel ini sudah ada sejak 1996 lalu. Bengkel ini dikelola oleh Miftahul Huda. Namanya CV Sumber Makmur.
Produknya antara lain alat penggiling padi dan pencetak batako. “Dengan bengkel-bengkel itupun mampu menyerap tenaga yang tidak sedikit,” terang Suwanto. Tak hanya itu. Bengkel tersebut juga membuat mesin pembuat kerupuk uyel.
Pelanggannya tidak hanya dari Kediri dan sekitarnya saja. Namun telah tembus hingga luar Jawa. “Sumatra hingga Kalimantan sering pesan ke sini. Tapi paling sering dari Jawa Barat,” terang Suwanto.
Usaha bengkel ini maju pesat karena mereka memiliki latar belakang pendidikan yang moncer. Bahkan, tidak sedikit yang bergelar sarjana strata satu dari kampus teknik ternama di Jawa Timur.
Keberadaan bengkel ini diakui mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran di desa. Bahkan, beberapa mantan pekerja di bengkel ini juga mampu mandiri. Tak sedikit yang akhirnya mendirikan bengkel sendiri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah