JP Radar Kediri - Tidak sedikit warga Dusun Bibis yang menggeluti usaha pembuatan alat cetak kue. Alhasil, lini usaha tersebut sudah seperti sentra. Saking terkenalnya, penjualannya telah sampai ke luar pulau.
“Desa ini tepatnya di Dusun Bibis terkenal akan home industry pembuat percetakan kue,” terang Kepala Desa Baye Hadi Purwanto.
Keberadaan industri rumahan tersebut sudah ada sejak puluhan tahun silam. Dari sekian banyaknya pelaku, enam diantaranya terbilang sukses. “Mereka (enam perajin, red) tergolong cukup besar,” ucap Hadi.
Pria 66 tahun ini menjelaskan bahwa perkembangan industri ini memiliki persaingan ketat. Terlebih dengan semakin dikenalnya sentra tersebut. Melihat potensi ini, pemdes pun turun tangan. Mereka tidak ingin tinggal diam tanpa memberikan sumbangsih.
Singkat cerita, Pemdes Baye akhirnya menetapkan Dusun Bibis sebagai sentra usaha tersebut. Hal ini didukung dengan adanya gapura besar saat memasuki Dusun Bibis. Hadi mengungkapkan, upaya mendukung industri ini tidak hanya sampai di situ saja. “Untuk kedepannya kami ingin membuatkan tempat dan koperasi,” katanya.
Tempat usaha tersebut diharapkan dapat menjadi wadah perajin untuk berjualan. Sedangkan koperasinya dapat menjadi wadah simpan-pinjam perajin yang skalanya masih kecil.
Namun untuk mencapai hal ini perlu dukungan banyak pihak. Pemdes berharap, dengan upaya tersebut dapat semakin meningkatkan iklim usaha di sana. “Sehingga nanti perajin yang masih kecil juga bisa bersaing,” tandas Hadi.
Mampu Serap Pekerja Lokal dan Tekan Angka Pengangguran
Industri pembuatan alat cetak kue di Desa Baye mencapai puluhan jumlahnya. Skalanya pun beragam. Mulai dari yang kecil hingga sedang. Keberadaan industri ini juga mampu menyerap pekerja lokal. Alhasil, dapat menekan angka pengangguran.
Salah satu pelaku usaha tersebut adalah Nikmatul. Dia mengaku sudah lebih dari sepuluh tahun menggeluti usaha tersebut. “Saya usaha ini sejak sebelum menikah,” ujarnya.
Nikmatul mengatakan bahwa dia mampu mempekerjakan dua orang karyawan. Penjualan alat cetak buatannya banyak dikirim ke pasar Sidoarjo. Saat menjelang Lebaran, pesanan di tempatnya semakin meningkat.
Kini, Nikmatul hanya sebagai penyedia barang dan pengepul. Warga sekitar biasanya akan datang ke rumahnya untuk mengambil bahan. Alat cetak kue tersebut terbuat dari bahan stainless.
Selain Nikmatul, pengerajin lainnya adalah Sri Kolil. Selain membuat sendiri, perempuan 53 tahun ini juga mengambil dari pengerajin lain. “Jadi saya ini membuka usaha yang menguntungkan orang-orang di sekitar,” kata Sri.
Tidak hanya menjual, dia juga menyediakan barang. Usahanya tersebut sudah berjalan puluhan tahun. Cetakan buatannya juga beragam. Biasanya, cetakan tersebut dibuat susuai dengan pesanan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah