Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Jatirejo, Banyakan, Kabupaten Kediri: Pemdes Bantu Peralatan Masak Pengusaha Jajanan Basah

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 4 Juli 2024 | 16:58 WIB
MANDIRI: Industri rumahan pembuatan jajanan basah yang dikelola Dewi Rosidah mampu mendulang cuan.
MANDIRI: Industri rumahan pembuatan jajanan basah yang dikelola Dewi Rosidah mampu mendulang cuan.

JP Radar Kediri - Pertumbuhan UMKM menjadi hal yang penting. Hal ini juga yang diyakini oleh Pemdes Jatirejo. Oleh karena itu, pemdes memberikan perhatian khusus. Seperti pada usaha jajanan basah yang dikelola oleh Dewi Rosidah. UMKM asli desa ini mendapatkan bantuan alat produksi dari pemdes.

Bantuan tersebut berupa bantuan peralatan memasak. Seperti kompor, oven, panci, penggorengan, serta alat-alat memasak lainnya. Tidak hanya memberikan bantuan. Pemdes juga kerap melakukan monitoring dan pengecekan.

“Sesekali dicek penggunaan alat-alat tersebut oleh pemdes,” kata Dewi saat ditemui koran ini.

Dewi mengaku jika sebenarnya tidak berniat membuat usaha ini. Namun, karena bakatnya banyak tetangga yang memberikan dukungan. Banyak pihak menyarankannya membuat usaha catering.

“Saya membuka usaha catering jajanan basah pada tahun 2009,” ujar perempuan 48 tahun tersebut. Sejak itu, Dewi mulai menerima banyak pesanan. Hingga akhirnya kini ada satu tetangganya yang menjadi karyawan tetap. Lalu ada tiga karyawan musiman lainnya.

Hampir setiap hari ada pesanan. Dia juga kerap mendapat pesanan berbagai kegiatan. “Masing-masing bisa pesan 150-200 kotak dengan berbagai jenis jajanan di dalamnya,” urainya.

Hebatnya, dia tidak pelit dengan keahliannya tersebut. Dewi kerap memberikan pelatihan memasak. Seperti pelatihan untuk membuat kue yang mudah dibuat. Antara lain pudding buah, apem, ataupun jajanan lain yang sederhana dan praktis.

Kelola Usaha Keripik Talas hingga Jadi Produk Andalan Desa

Usaha pembuatan keripik talas ini dikelola oleh Ita Nurlaili. Keuletannya membuahkan hasil. Keripik buatannya banyak digemari masyarakat. Padahal, mulanya dia tidak berani memasang target.

“Sebenarnya awal usaha ini saya hanya iseng-iseng mencoba membuat keripik dari talas,” cerita Ita.

Dari keisengan tersebut, Ita tidak meyangka jika pemdes justru memberikan dukungan. Salah satunya dengan mengikutsertakan dirinya ke pelatihan yang diadakan oleh Pemkab Kediri. “Saya pernah ikut pelatihan pengemasan,” akunya.

Selama pelatihan tersebut Ita banyak mendapat masukan. Dia jadi tahu jika kemasan keripik talas buatannya kurang layak untuk masuk ke toko oleh-oleh dan supermarket. Alhasil, Ita langsung mengganti bungkusnya menggunakan plastik kaku, tebal dan memberinya merek.

“Sudah ada toko di Jalan Pattimura, Kota Kediri yang minta tokonya diisi produk saya,” tambah perempuan berkerudung tersebut. Selain itu, Ita juga menjualnya di sekitar bundaran sekartaji, dan GOR Jayabaya, Mojoroto, Kota Kediri.

Memang kesibukannya sebagai guru cukup membuat proses pembuatannya belum kontinyu setiap hari. Meski demikian, dalam seminggu Ita bisa memprodukso 100 kg talas basah yang nantinya menjadi 10 kg keripik.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #banyakan #Pemdes #Usaha Keripik #produk desa #jajanan #jawa pos