JP Radar Kediri - Adalah Malahayati, wanita warga Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem yang menjadikan hobinya sebagai ladang penghasilan. Sosok yang sejatinya seorang apoteker ini menjadikan rotan, ranting, dan bunga imitasi menjadi satu kerajinan yang banyak diminati.
“Menjadi hiasan pintu,” terang wanita 41 tahun ini.
Semua itu berawal dari hobi. Kegiatan di kala senggang setelah seharian sibuk dengan tugasnya sebagai apoteker.
Tak disangka, kerajinan tangan karyanya itu banyak yang suka. Modal awal yang hanya Rp 150 ribu pun dia kembangkan. Menghasilkan berbagai hiasan aneka bentuk.
Maya, demikian dia biasa disapa, sudah sekitar empat tahun membuat hiasan pintu. Semula ia hanya membuat hiasan untuk pintu rumahnya. Bentuknya beragam, mulai lingkaran hingga berbentuk hati. Bahannya, selain rotan juga batang pohon anggur. Terutama untuk bingkai. Sedangkan bunganya merupakan bunga buatan dibanding dengan bunga kering.
“Karena perawatan bunga yang dikeringkan lebih sulit, kalau yang buatan ini lebih mudah,” ungkap Maya.
Pemilihan warna pun sesuai dengan kondisi pintu. Jika pintu berwarna coklat, akan lebih baik menggunakan bunga dengan warna yang cerah.
Tidak hanya dihias dengan berbagai macam bunga, hiasan pintu ini dihias dengan berbagai jenis buah-buahan. Selain dihias dengan bunga atau buah, juga diberi papan untuk tempat tulisan. Papan tulisan ini menggunakan kayu pinus, dimana tulisan ini menggunakan spidol berwarna putih. Merawat hiasan ini cukup mudah, cukup digosok dengan sikat dengan bulu yang halus.
Intip Peluang dengan Belajar Otodidak
Selain untuk kepuasan pribadi, hobi bisa menjadi peluang usaha. Itulah yang dilakukan oleh penduduk Desa Sukorejo ini. Karena tertarik dengan sulam pita ketika membeli baju, Khoirul pun akhirnya membuat kerajinan lukisan pita.
Awalnya pada 2012 ketika dia membeli baju dengan motif sulam pita di Bandung. Tertarik, dia pun mulai belajar membuat sulam pita. Dia mempelajari secara otodidak melalui internet.
Pada 2015, Khoirul bergabung dengan komunitas Ribbon Embrodery. “Semula saya hanya sekadar menyukai halaman tersebut, tidak tahu siapa yang memasukan menjadi anggota komunitas tersebut,” ucapnya.
Baca Juga: Profil Desa Papar, Papar, Kabupaten Kediri: UMKM Pembuatan Tusuk Sate Tumbuh Sangat Pesat
Dari komunitas tersebut, ia mulai mendapatkan banyak ide mengenai karya yang terbuat dari sulam pita. Salah satunya adala membuat lukisan sulam pita. Menggunakan bahan dasar kain, pita, cat akrilik, dan krayon,
Khoirul memilih lebih fokus untuk mengerjakan lukisan pita. Produknyapun sudah mulai memasuki stand pameran di berbagai event Kabupaten Kediri. Dari pemasaran melalui media sosial, Khoirul kerap mendapatkan pesanan, di antaranya Sukabumi dan Kalimantan.
Dari bakatnya membuat sulam pita, tidak hanya menjadikan ladang penghasilan. Namun ia juga dapat membagikan ilmunya, dengan diadakannya workshop. Selain aktif sebagai anggota ibu Bhayangkari Polres Kediri Kota, ia juga aktif dalam komunitas Crafta Lovta Febric, di Surabaya dan Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah