JP Radar Kediri - Dari puluhan pembuat telur asin tersebut salah satunya adalah Asih Wirianti. Warga Dusun Karangtengah ini menjadi pembuat telur asin berpengalaman di Desa Tegalan. “Saya sudah lama usaha telur asin. Pemesannya tidak hanya dari wilayah Kediri namun sudah sampai luar pulau,” terang Asih.
Asih menceritakan bahwa telur asin produksinya ini juga dipasarkan di Kalimantan. Dalam sehari dia bisa mengirim setidaknya 200 sampai 300 telur asin. Untuk meningkatkan kualitas pembuat telur asin desanya, segala informasi terkait pelatihan selalu dibagikan.
Sebelum ada usaha pembuatan telur asin, warga di sana banyak yang berternak bebek. Dari situlah banyak warga yang mulai mengolah telur asin. “Kurang lebih sejak 2003 telur asin dari Desa Tegalan mulai berkembang,” kata Asih.
Berawal dari situ, banyak warga yang mulai mengikuti berbagai pelatihan. Salah satunya juga diadakan oleh Pemkab Kediri. Hingga sekarang tidak kurang ada 50 pembuat telur asin di desa yang berbatasan langsung dengan Desa Ringinsari, Kecamatan Ngadiluwih ini.
Hal yang membedakan dari telur asin yang lain ada tekstur dan rasa. Mereka memiliki takaran khusus, antara bata merah, abu dan garam. Selain itu, banyak pembuat telur asin Desa Tegalan yang juga mengemas dengan bagus.
Jamur Tiram Itu Diolah Menjadi Keripik Gurih nan Renyah
Potensi budidaya jamur tiram selalu menggiurkan. Tidak heran jika di beberapa desa di Kabupaten Kediri banyak yang memiliki usaha tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Hafid asal Desa Tegalan ini.
“Saya sudah lama menggeluti usaha jamur tiram,” terang Hafid. Dia merupakan salah satu pembudidaya jamur di desanya. Dia mulai menggeluti budidaya ini sejak sepuluh tahun yang lalu bersama ibunya, Umi Masfufah.
“Di sini memang tempat budidayanya. Setelah jamur siap diambil, ada yang memenuhi kebutuhan pasar ada juga yang diolah,” ungkap Umi.
Umi bercerita bahwa kedua anaknya memang bergelut di bidang budidaya jamur. Usaha tersebut dilakoni dengan tekun dan semangat tinggi. Mulai dari budidaya hingga pengolahan menjadi janir krispi.
“Anak kedua saya kebetulan pintar memasarkan di online, ini sedang dirintis terus,” ucap Umi.
Jika diamati, permintaan jamur krispi cukup tinggi. Apalagi di wilayah yang tidak terdapat budidaya jamur. Seperti Lumajang dan Jember. “Justru di Kediri pesaingnya cukup banyak. Tapi ini diluar Kediri permintaannya tinggi. Dipasarkannya secara online dan offline,” imbuhnya.
Usaha keripik jamur ini sudah ada sejak 2,5 tahun. Dari sekedar kripik jamur berkemas plastik kiloan menjadi kemasan alumunium foil yang menarik. “Harapannya ini nanti bisa memanfaatkan hasil budidaya petani jamur dan menjadi usaha yang berkelanjutan,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah