Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Jantok, Purwoasri, Kabupaten Kediri: Jadi Sentra Industri Kerupuk Puli

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 21 Juni 2024 | 17:12 WIB
JAGA KUALITAS: Produk UMKM Puli Jawa asal Desa Jantok, Kecamatan Purwoasri tembus hingga ke Kalimantan.
JAGA KUALITAS: Produk UMKM Puli Jawa asal Desa Jantok, Kecamatan Purwoasri tembus hingga ke Kalimantan.

JP Radar Kediri - Soal produk sehat, kerupuk tradisional yang renyah bikinan warga Desa Jantok, Kecamatan Purwoasri ini bisa diandalkan. Sudah mengantongi izin dari dinas kesehatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Saya jamin soal higienisnya,” ucap Endang Puji Astuti, salah satu pelaku usaha.

Ibu dua anak ini menekuni pembuatan kerupuk puli sejak 2012. Dari resep pembuat kerupuk terkenal di desanya, Mbah Sri. Resep kerupuk Mbah Sri ini terkenal se-Kecamatan Purwoasri.

“Suami saya ngotot agar kerupuk puli asli Desa Jatok bisa berkembang,” ucapnya. Suaminya, Slamet Wahyudi, yang asal Wonosobo, Jawa Tengah begitu yakin dengan kerupuk puli bikinan Mbah Sri. Akhirnya, mereka minta izin memproduksi dengan resep rahasia.

Gayung bersambut, sang pemilik resep pun mengizinkan. Meskipun demikian, pasutri ini harus melewati masa-masa sulit dulu. Harus jatuh bangun sebelum bisa seprerti sekarang. Baik dalam pembuatan maupun pemasaran.

Setelah dua tahun berjalan, barulah pada tahun ketiga mulai terasa hasilnya. Produk yang mereka buat diterima pasar. Tak hanya dijual di Kediri juga di seluruh Jatim. Bahkan, pesanan datang dari Kalimantan. “Sekarang kita juga sudah kirim ke sana (Kalimantan),” ucapnya.

Perempuan berjilbab ini tak ingin main-main dengan kualitas. Mulai dari beras yang digunakan harus terbaik. Agar menimbulkan rasa gurih. Lalu harga juga terjangkau, mulai dari harga Rp 6 ribu sampai Rp 20 ribu.

Banyaknya permintaan, Endang juga mempekerjakan tetangganya untuk menjadi karyawan. Setidaknya saat ini sudah ada delapan orang pekerja yang membantu Endang untuk memproduksi kerupuk puli Jawa. “Kami terus lakukan promosi, termasuk ini juga ikut pameran pekan budaya di SLG (Simpang Lima Gumul),” aku Endang.

Buah dari Coba-Coba Bikin Kerupuk Tahu

Tak hanya kerupuk puli, warga Desa Jantok juga kreatif. Mereka pun membuat kerupuk berbahan dasar tahu. Hasilnya, ternyata laris manis.

Apalagi, hal ini selaras dengan upaya Pemdes Jantok. Yaitu mendorong bertumbuh-kembangnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Termasuk mendorong munculnya inovasi. Seperti yang dibuat oleh pelaku UMKM bernama Sri Utami.

Kerupuk tahu ini berbeda dengan produk berbahan tahu lainnya. Bentuknya pipih dan lebar. Tak memanjang seperti stik tahu.

“Dulunya coba-coba Mbak. Mentahnya juga saya bikin sendiri,” terang Sri ketika ditemui di rumahnya.

Awal mencoba, ia sempat gagal. Bahkan harus membuang adonan. Tak hanya satu atau dua kali gagal tapi berkali-kali. Meski begitu, Sri terus mencoba sampai berhasil.

Kini, sudah setahun ia berproduksi. Kerupuk tahu buatannya pun sudah memiliki banyak peminat. Bahkan, Kapolda Jatim pun pernah memesan.

“Kapolda pernah pesan. Itu dari adik saya kan ikut arisan terus ada yang nawarin ke saudaranya kapolda,” terangnya.

Kini produk UMKM Sri mulai dikenal. Beberapa bulan lalu, ia didatangi petugas Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri untuk menguji kerupuk tahunya. Itu agar bisa mendapatkan surat izin usaha perdagangan (SIUP).

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#sentra industri #radar kediri #kabupaten kediri #desa milenial #purwoasri #kediri #jawa pos #kerupuk puli