JP Radar Kediri - Pemuda murah senyum ini tak menyangka bisa membawa pulang medali emas dari ajang Online Science Project Competition (OSPC) 2024 tingkat nasional. Sekaligus membawanya menjadi wakil Indonesia di ajang serupa level Asia Tenggara. Sebab, dia mengawali keikutsertaannya itu dari ‘iseng’.
“Awalnya lihat info lombanya itu di internet. Terus, iseng-iseng mencoba,” kenang pemuda bernama lengkap Muhammad Azhar Syahrudin ini.
Mahasiswa semester akhir di Politeknik Astra ini terpacu adrenalinnya melihat pengumuman itu. Di benaknya sudah terbanyak materi penelitian yang akan dia lakukan. Membuat inovasi energi bersih dari limbah minyak kelapa sawit.
Soal materi penelitian, pemuda 21 tahun ini tak kesulitan. Dia sudah mendapatkan banyak bekal dari bangku kuliah. Selain itu, kegemarannya membaca jurnal juga sangat menopang.
“Selama ini ide-ide saya memang banyak muncul dari (membaca) jurnal,” akunya.
Bila soal ide dan penerapannya Azhar tak mendapat kendala, lain cerita ketika menyangkut soal pendanaan. Untuk membiayai penelitiannya itu pemuda alumnus MAN 2 Kota Kediri ini harus memutar otak lebih dalam. Sebab, dia tak pernah memberitahukan setiap keikutsertaannya di lomba kepada orang tuanya. Akhirnya, pilihannya hanya menggunakan uang jatah bulanan.
“Pada saat saya daftar lomba orang tua tidak ada yang tahu. Jadi saya ngumpulin uang sendiri buat biaya,” jelasnya.
Sejatinya, Azhar tak berharap muluk. Tak ada target bisa menang. Dia ikut karena memang senang melakukan penelitian. Bahkan, pria asal Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri ini tak berharap banyak.
“Saya mikirnya mungkin gagal. Soalnya saingannya puluhan orang dari kampus-kampus lain,” ucapnya.
Namun, takdir berkehendak lain. Hasilnya, Azhar berhasil meraih medali emas di ajang ini. Menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia ke tingkat Asia Tenggara yang akan berlangsung bulan ini.
“Pastinya akan lebih berat lagi. Karena melawan wakil dari delapan negara ASEAN,” akunya, mengomentari soal peluangnya nanti.
Toh, Azhar tak hanya bermodal nekat dalam soal penilitian. Sejak duduk di bangku madrasah aliyah, dia sering mengikuti lomba-lomba sejenis. Meskipun berulang kali gagal, dia tak pernah merasa bosan. Karena dunia sains dan penelitian sudah menjadi kegemarannya. Itu pula yang membuatnya memilih jurusan robotik di kampusnya saat ini.
Selain sering mengikuti perlombaan sains, Azhar juga tampak menyibukkan dirinya melalui magang yang ada di PT Federal Izumi Manufacturing di Bogor. Tak hanya itu saja, ia juga tampak mengikuti freelance untuk membuat aplikasi PT Berau Coal di Kalimantan Timur. Dari kesibukkannya itulah, ia mendapatkan pundi-pundi rupiah. Yang nantinya ia buat untuk penelitian. Azhar berkomitmen bahwa selama ia bisa, ia tak mau merepotkan kedua orang tuanya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah