Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Krenceng, Kepung, Kabupaten Kediri: Jadi Tumbuhnya UMKM dan Sentra Buah

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 20 Juni 2024 | 16:33 WIB
USAHA: Endang Susilowati mengembangkan industri pengolahan getuk pisang di Desa Krenceng, Kecamatan Kepung.
USAHA: Endang Susilowati mengembangkan industri pengolahan getuk pisang di Desa Krenceng, Kecamatan Kepung.

JP Radar Kediri - Desa Krenceng menjadi salah satu sentra industri pengolahan getuk pisang di Kabupaten Kediri. Endang Susilowati merupakan salah satu pengusaha tersebut. Usaha pengolahan getuk pisangnya berdiri sejak 2010.

Endang juga telah memiliki izin produk industri rumah tangga (PIRT). Usaha getuk pisangnya relatif cukup berkembang. Tempat produksinya di rumah. Tapi dia bisa menyerap hingga 15 karyawan. Semuanya warga sekitar desa.

Endang menjelaskan, produk getuk pisangnya telah menembus pasar luar Kediri. Bahkan, tak jarang produknya dibawa hingga luar negeri. Seperti Korea Selatan dan Malaysia. “Ya ada yang beli oleh-oleh getuk pisang ini dibawa ke luar negeri juga,” ungkapnya.

Banyaknya permintaan tak lepas dari kualitas produknya. Dia selalu mempertahankan kualitas rasa. Endang menggunakan pisang jenis raja nangka. Termasuk daun yang digunakan sebagai pembungkus. Juga menggunakan daun pisang jenis tersebut.

Baca Juga: Profil Desa Kras, Kras, Kabupaten Kediri: Pusatnya Kesenian Jaranan di Kediri

Hanya saja, Endang masih mendatangkan bahan baku itu dari luar kota. “Kalau saya inginnya warga sini tanam pisang raja nangka. Jadi yang punya UMKM getuk bisa beli hasil warga sendiri,” tandasnya.

Kembangkan Durian Lokal dengan Kualitas Rasa Manis nan Legit

Meski dataran rendah, Desa Krenceng terkenal dengan hasil buah duriannya. Pohon durian ini menyebar di enam dusun yang berada di sana. Mulai dari Jati, Jatisari, Pleringan, Nglarangan, Krenceng, dan Kwagean. Hampir setiap warga punya pohon durian di belakang rumah.

“Mayoritas durian yang ditanam jenis lokal,” ujar Huda sebagai PJ Sekertaris Desa Krenceng, Kecamatan Kepung.

Meski durian lokal namun untuk urusan rasa tak perlu diragukan. Kualitasnya dapat disandingkan dengan jenis durian lain. Bahkan durian Krenceng pernah mendapat juara kedua se-Kabupaten Kediri. Masa panen buah ini antara Januari hingga Maret.

“Saat ini pohon belum ada yang berbunga, masih belum ada apa-apa,” imbuhnya. Namun ketika panen, warga serempak menjualnya di pinggir-pinggir jalan. Bahkan beberapa pengepul datang langsung untuk membelinya.

“Biasanya tengkulak dari Mojokerto, Surabaya, dan Malang datang langsung ke sini,” ungkapnya. Heru mengataan bahwa pemerintah desa akan berencana membangunkan lapak khusus pedagang durian di Wisata Ragil Kuning.

Mereka yang biasa menjual di pinggiran jalan akan diberi lapak di sekitar wisata. Sehingga selain menarik wisatawan sekaligus meningkatkan penjualan durian. Selain menanam jenis lokal atau Jawa, warga kini membudidayakan jenis durian montong. “Jenis montong di sini sudah ada. Tapi yang paling banyak ya jenis lokalan,” tuturnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #desa milenial #kediri #kepung #umkm #sentra buah #Getuk Pisang #jawa pos