Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Dawuhan, Purwoasri, Kabupaten Kediri: Warganya Jago Kreasikan Plastik Minuman Sachet Jadi Tas Anyaman Cantik

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 14 Juni 2024 | 17:12 WIB
Tas anyaman dari bungkus kopi sachet bekas.
Tas anyaman dari bungkus kopi sachet bekas.

JP Radar Kediri - Bagi banyak orang limbah plastik adalah sampah. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Sulis Kholifah. Sulis mengolah limbah plastik menjadi barang yang memiliki harga jual tinggi. Di tangannya limbah itu menjadi bahan baku kerajinan tas.

“Limbah plastik ini saya jadikan bahan baku kerajinan tas,” jelas Sulis saat ditemui di rumahnya.

Sulis menkelaskan bahwa limbah plastik yang digunakan berasal dari wa rung warung sekitar rumahnya. Limbah plastik ini adalah bungkus bekas minuman kopi saset. “Mereka senang saya ambil bungkus bekas kopinya,” imbuhnya.

Untuk membuat tas dari limbah plastik, Sulis belajar secara otodidak. Tak ayal, dia harus melakukan beberapa kali percobaan. Setelah beberapa kali trial and error, akhirnya dia tahu cara terbaik untuk membuat tas anyaman.

Kerja keras dan keteguhannya berbuah manis. Berkali-kali mencoba, Sulis berhasil memproduksi tas tersebut. Anyamannya tidak menggunakan perekat atau pengikat apapun. Murni teknik anyaman. Dalam setiap tas plastik buatannya, ada sekitar 50 saset kopi dibutuhkan. Sedangkan untuk model atau desainnya, Sulis memiliki 20 jenis. Paling murah dibanderol dengan harga Rp 65 ribu.

Dalam pengerjaannya, Sulis tidak terlalu butuh waktu lama. Dalam sehari, jika dikebut, dia bisa membuat dua tas kecil. Yang agak lama justru pembuatan puringnya. Semua dia kerjakan sendiri.

Melihat potensi Sulis, Kades Dawuhan Basuki Rahmad menaruh simpati. Dia mengakui bahwa tas buatan Sulis patut untuk diapresiasi. Makanya, pemdes ikut membantu memasarkannya. “Saya bantu untuk promosi di beberapa situs online,” akunya.

Sulis ingin mengajak ibuibu lainnya untuk berkarya. Selain bisa mengisi waktu luang, juga bisa mendatangkan manfaat ekonomis. Apalagi cara pembuatannya tidak sulit. Bahannya pun tersedia banyak. 

Kreasikan Kotak Hantaran Nikah dari Bahan Limbah Kardus

Menyulap barang bekas menjadi bernilai ekonomi tinggi sepertinya menjadi andalan Desa Dawuhan. Para ibu rumah tangga setiap hari selalu produksi kerajinan hantaran yang terbuat dari kertas kardus. Hasil karya mereka sudah sampai ke Kabupaten Nganjuk dan Jombang.

Perempuan yang memanfaatkan limbah kardus tersebut adalah Hari Rahmawati. Perempuan 48 tahun ini menjelaskan bahwa kerajinan tangan ini tercipta karena menganggap bahwa limbah kardus masih banyak kegunaanya. “Limbah kardus ini bisa digunakan menjadi bahan baku kotak hantaran,” jelas Rahmawati.

Rahmawati menjelaskan bahwa kebanyakan pesanan kerajinan kotak hantaran ini berawal dari tetangga sekitar. Bentuknya beraneka macam. Mulai dari kotak, segi lima hingga berbentuk hati. “Dalam satu hari setiap kelompokminimal produksi 150 buah kerajinan hantaran,” katanya.

Karena bahan daur ulang, harganya dipatok mulai dari Rp 2.700 sampai Rp 3.000. Saat ini, selain menerima pesanan dari perorangan, dia juga memasarkan barang buatannya ke toko-toko di Kabupaten Jombang dan Kabupaten Nganjuk.

Untuk pembuatannya, Rahmawati butuh bahan baku dari kertas kardus dan juga kertas minyak. Untuk pola, dia menyesuaikan kreasi yang dimiliki masing-masing perajin. “Kreasi dan warna itu sesuai dengan karakter perajin,” ucapnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.  

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #desa milenial #purwoasri #anyaman #Sampah minuman #Kreasi #jawa pos