Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Magunrejo, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri: Desanya Kembangkan Budi Daya Buah Anggur dan Jambu Kristal

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 14 Juni 2024 | 16:51 WIB
KONSISTEN: Tarwa Mustopa menunjukkan buah jambu kristal hasil budidayanya di Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih
KONSISTEN: Tarwa Mustopa menunjukkan buah jambu kristal hasil budidayanya di Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih

JP Radar Kediri - Bertepatan pada 1993 sedang ada tren tanaman anggur. Sambil mengembangkan tanaman anggur tersebut, dia juga berkuliah jurusan pertanian Uniska. Tema skripsi yang diambil adalah pengembangan tanaman anggur.

“Pada saat itu saya buat skripsi tentang tanaman anggur,” kenang Tarwa. Karena skripsinya tersebut, banyak orang yang membeli bibit anggur miliknya. Pada 1998 dia sempat jaya dengan tanaman anggurnya.

Tarwa masih memiliki jenis bibit buah lain yang dikembangkan. “Dari semua jenis bibit tanaman buah-buahan yang saya kembangkan saat ini, ada salah satu tanaman yang menjadi andalan. Yaitu jambu kristal,” ucapnya.

Pertimbangannya memilih jambu kristal karena akan berbuah sepanjang masa. Tidak mengenal musim. Selain itu jambu kristal memiliki nilai ekonomis tinggi. Tidak kalah dengan harga buah di pasar modern. Setara dengan buah impor.

Tidak hanya menjual bibit saja. Dia juga rutin memberikan pelatihan-pelatihan. Mulai dari pembibitan, menyemai benih, biji, hingga masalah pemasaran bibit hingga hasil buahnya, jadi dari hulu ke hilir kita berikan disini.

“Agar mereka tertarik pelatihan ini tidak hanya materi omongan saja. Namun, juga ada contohnya,” ungkap pria yang merupakan pemilik Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya Agro Utama Mandiri.

Setelah mendapatkan pelatihan tersebut dia berharap semua peserta bisa mengembangkan pertanian di daerahnya masing-masing. “Karena yang magang di sini dari luar daerah bahkan luar Jawa,” tandasnya.

Kompak, Ajak Ibu-Ibu Desa Bikin Kerajinan Tangan

Ibu-ibu Desa Mangunrejo memiliki usaha kerajinan tas rajut. Hasil karya mereka dikerjakan usai kegiatan taman posyandu (tapos). Merajut terlaksana di salah satu ruangan di dekat kantor desa. Di sana juga lokasi tapos.

“Awalnya saya belajar otodidak dari youtube, lalu sekalian saya ajak ibu-ibu untuk bikin bersama,” ungkap Dwiningsih Desiani, ketua PKK Mangunrejo.

Desi menceritakan kerajinan rajut tas ini sudah ada sejak 2016. Awalnya hanya dua hingga tiga orang yang bergabung. Kian lama kian bertambah banyak. Hingga kini, sudah ada 20 anggota yang tergabung. Sepuluh diantaranya sudah mampu merajut tas secara mandiri.

Bahan untuk membuat tas rajut difasilitasi oleh BUMDes yang nantinya juga akan dibeli setelah jadi. Kegiatan membuat tas rajut dilaksanakan setiap Jumat dan Sabtu. “Kalau untuk desain tas dari saya, kadang juga ide teman-teman. Makin ke sini makin banyak pilihan,” papar istri Kades Mangunrejo ini.

Ibu dua anak ini juga menjelaskan bila proses pembuatan tas rajut butuh waktu hingga dua hari. Tas rajut tersedia berbagai model. Mulai dari ransel, tas samping, dan totebag dengan berbagai ukuran dan variasi warna hingga motif. Kini semua produk tersebut dapat dilihat di estalase bumdes.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.  

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #desa milenial #ngadiluwih #Jambu Kristal #buah anggur #budi daya #jawa pos