Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Ngancar, Ngancar, Kabupaten Kediri: Sulap Nanas Lokal Jadi Beragam Produk Makanan dan Minuman

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 12 Juni 2024 | 22:51 WIB
PRODUK UNGGULAN: Karnia menunjukan dodol hasil olahannya yang terbuat dari nanas Ngancar.
PRODUK UNGGULAN: Karnia menunjukan dodol hasil olahannya yang terbuat dari nanas Ngancar.

JP Radar Kediri - Desa/Kecamatan Ngancar terkenal dengan komoditas nanasnya. Tidak hanya di Kediri. Pamor tersebut telah tersiar hingga luar daerah.

Terlebih, kualitas nanas asli Ngancar tak perlu diragukan. Karnia, 44, menjadi salah satu orang yang melihat potensi besar tersebut. Dia menyulap buah nanas menjadi aneka olahan. Mulai dari makanan hingga minuman.

“Ide pengelolahan nanas ini, ketika ada panen raya banyak nanas yang terlalu matang terbuang,” cerita Karnia.

Dia tak ingin nanas-nanas tersebut dibuang percuma. Awalnya, Karnia sebatas mengolah nanas tersebut menjadi selai. “Saat itu saya gunakan nanas sebagai selai. Namun masih saya konsumsi sendiri,” ujarnya

Hingga akhirnya pada tahun 2012 silam Karnia mengolah nanas menjadi bahan baku dodol. Namun, usahanya tidak langsung berhasil. Karnia sampai harus melakukan percobaan hingga sebanyak tujuh kali.

“Waktu pertama kali buat, karena terlalu banyak tepung kentan jadi makin alot,” tutur Karnia.

Setelah sukses menyempurnakan resepnya, Karnia tidak langsung menjual dodol buatannya. Pertama ia memberikan kepada teman-teman, dan keluarganya. Mendapatkan respon yang positif, dia baru berani go public.

Kini dodol tersebut diberi nama Dodol Nanas Lagita. Pertama kali jualan, satu bungkus dodol berisi sebelas biji dijual dengan harga Rp 7 ribu. “Namun karena harga bahan baku naik, kini saya beri harga sepuluh ribu,” ungkap Karnia.

Pada lebaran tahun ini, jumlah pemesanan dodolnya meningkat. Mencapai lima kali lipat dibanding hari biasanya. Khusus untuk pesanan, Karnia menjual bungkusan setengah kilogram dengan harga Rp 27 ribu. Karnia tidak hanya mengembangkan nanas sebagi dodol saja. Namun dia juga menjualnya menjadi selai hingga minuman.

Awalnya hanya Iseng, Kini Keripik Pisang Buatannya Banyak Diburu Orang

Desa/Kecamatan Ngancar tak melulu soal nanas. Di sana juga memiliki produk unggulan lainnya. Yaitu keripik pisang. Usaha tersebut digeluti oleh Sumiliah.

“Awalnya dulu hanya coba-coba membuat, ternyata peminatnya banyak,” ujar Sumiliah.

Awalnya, dia hanya coba-coba. Iseng menambah penghasilan keluarga saat lebaran. Pada saat itu Sumiliah hanya bisa membuat 50 kilogram keripik singkong. Karena setiap lebaran pasti banyak yang pesan, dia mulai mengembangkannya. Hingga akhirnya usaha itu dinamai Keripik Sekartaji.

Karena dibuat secara manual, pembuatan keripik ini cukup lama. “Karena tidak mungkin mengerjakan sendiri, akhrinya dibantu oleh tetangga,” imbuhnya.

Untuk pemasaran sebagian produknya dititipkan di minimarket Koperta Langgeng Mulyo Utama. Saat ini, bahan baku keripik pisang didapat dari luar daerah. Stok di Kabupaten Kediri tidak cukup memenuhi kebutuhannya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.       

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #nanas #dodol #ngancar #keripik pisang