JP Radar Kediri - Sikapnya selalu ramah. Gayanya juga santai. Dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya. Nyaris kepada semua saja. Terutama pada pasien-pasien yang datang ke dirinya untuk berobat.
Itulah sosok dr Ari Sardito. Pria yang sehari-hari bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simpang Lima Gumul. Sebagai dokter bedah di rumah sakit milik Pemkab Kediri tersebut.
“Saya di sini lebih dikenal dengan Dokter Cimot, malahan. Kalau yang manggil Dokter Ari itu biasanya pasien,” jelas sang dokter, sembari mengemasi perlengkapannya.
Saat itu dr Ari memang berniat pulang. Setelah semua tugasnya telah selesai dan waktu kerjanya juga sudah habis. Blangkon berwarna senada dengan baju batik bermotif Semar yang dia kenakan.
Tentang panggilan dokter Cimot itu, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ini bercerita, merupakan panggilan masa kecilnya. Sapaan yang disematkan oleh salah seorang guru SMP-nya di Surabaya. Kemudian diikuti oleh teman-temannya, yang memanggil dengan nama Cimot hingga sekarang.
“Kalau artinya, saya tidak tahu,” jawabnya disusul tawa ketika ditanya arti panggilan tersebut.
Toh, nama itu yang dia jadikan sebagai nama akun di TikTok, ‘cimot500’. Akun inilah yang viral dalam beberapa waktu terakhir. Hingga mendapatkan 60,8 juta pengikut!
Video yang diunggah di akun tersebut memang menarik. Membuat banyak orang tertawa senang. Berisi interaksi antara sang dokter dengan pasiennya. Alih-alih dialog serius, yang tersaji justru pemandangan dr Ari yang mengajak pasiennya berjoget. Dengan diiringi musik dangdut.
“Kebetulan saya suka dangdut. Pasien juga suka dangdut. Jadilah video itu,” beber dr Ari. Tangannya menyodorkan handphone yang berisi video di akun TikToknya.
Menurut Ari, aksi di video itu juga jadi salah satu caranya membuat pasien nyaman. Yang bisa menambah potensi kesembuhan. Sekaligus lebih mendekatkan dirinya dengan si pasien.
Ari mempunyai prinsip mendasar dalam mengobati pasien. Bahwa hati gembira adalah obat. Karena itulah dia berusaha membuat mereka yang sakit agar merasakan senang terlebih dulu.
“Prinsip saya itu pokoknya hati gembira adalah obat. Jadi intinya itu saya pengen pasien pulang itu akhirnya senang,” jelasnya.
Memang, akun TikTok ‘cimot500’ dengan jutaan pengikut itu mampu membawa gelak tawa. Padahal, dia tak pernah menyangka jika video iseng yang dibuat bersama pasien tersebut bisa viral. Jika sebelumnya ia membuat video sendiri tidak pernah viral, namun dengan berjoget dengan pasien ternyata bisa sebaliknya.
Menurutnya, pasien maupun keluarga pasien senang dengan aksinya yang mengajak berjoget asyik. Hal ini membuat pasien lebih enjoy. Selain itu dengan joget ini juga menambah imun naik, sehingga mempercepat kesembuhan.
Di beberapa video yang dibagikan di akun TikToknya, jogetan sang dokter bermula ketika pasien yang menyalakan musik dangdut. Kemudian keduanya terlibat joget dengan asyik.
"Menghibur pasien dan pasien terhibur adalah salah satu obat juga untuk mencapai kesembuhan," jelasnya.
Menariknya, dr Ari tak pernah membuat script untuk video yang dia buat. Semua mengalir dengan apa adanya. Konten yang dia buat tanpa persiapan terlebih dulu.
“Kadang ada juga yang sebelum pulang itu request minta joget dulu. Ya sudah saya ajak dia berjoget,” terangnya.
Namun, sebelum membuat video, sang dokter memilih meminta izin dulu pada si pasien. Dia tidak mau melanggar kode etik maupun privasi pasien.
“Intinya saya ngga mau menjual pasien saya demi kebutuhan pribadi. Jadi sebelum saya bikin video juga saya selalu izin dulu ke pasien,” bebernya.
Sekarang dia lebih dikenal dengan sebutan dokter viral. Lantaran videonya sering menembus FYP atau For Your Page. Yaitu video yang memiliki jumlah penonton yang banyak.
Meskipun demikian, popularitas yang ia dapatkan itu tak membuatnya memilih menekuni dunia konten kreator. Sebab, ia tidak mau aji mumpung.
“Pengennya buat seru-seruan aja. Saya nggak mau terus-terusan memanfaatkan pasien untuk konten saya,” dalihnya.
Bahkan, dia juga menolak ketika ada tawaran endorse. Tentu menolak dengan halus. “Karena saya tak mau aji mumpung,” akunya, sembari menyebut beberapa produk jersey, kemeja, hingga makanan ringan yang sudah menawarinya untuk ber-endorse.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah