Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Mojokerep, Plemahan, Kabupaten Kediri: Olahan Bumbu dan Jenang Jadi Produk Andalan

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 11 Juni 2024 | 16:50 WIB
K KREATIF: Produk olahan bumbu dapur dari Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan
K KREATIF: Produk olahan bumbu dapur dari Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan

JP Radar Kediri - Bumbu dapur yang dijual di pasaran mayoritas buatan pabrik. Tak banyak pelaku UMKM yang menyasar peluang tersebut. Namun, langkah berani diambil oleh Kusmiati. Dia bahkan sudah lama mengembangkan usaha pembuatan bumbu dapur kemasan tersebut.

“Usaha ini sudah berjalan sekitar belasan tahun,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Di rumahnya, terlihat mesin pengemas bumbu andalan Kusmiati. Selain itu, terdapat puluhan ember berisi bumbu yang sedang didinginkan. Nantinya, bumbu-bumbu tersebut akan dikemas sesuai dengan rasanya. Yakni bumbu soto, rawon, gulai, rendang, opor, kare, dan lodeh.

Usaha bumbu dapur kemasan ini sejatinya dimulai oleh suaminya. Namun semenjak suaminya meninggal, Kusmiati yang meneruskannya. Resep yang telah dipegang selama bertahun-tahun tetap dipertahankan. Itu demi menjaga kualitas dan cita rasa produk.

“Dulu waktu awal membuka usaha ini, kami hanya memproduksi bumbu soto, rawon dan gulai,” ungkapnya.

Sejak awal membuka usaha, pesannya sudah lumayan banyak. Padahal, hanya tiga varian awalnya. Alhasil, banyak pelanggannya yang meminta untuk menambah varian. Dari situlah kemudian dikembangkan varian bumbu dapur lainnya.

Sebelum menggunakan peralatan canggih, bumbu buatan Kusmiati dibungkus plastik dan karet biasanya. Hingga pada 2011, mereka membeli mesin untuk membungkus. Namun tidak lama setelah membeli mesin, Kusmiati ditinggal meninggal suaminya.

Setelah suami pertamanya meninggal, kini Kusmiati melanjutkan usaha tersebut bersama dengan Nam Suwoto, 53, suami keduanya. Namun, dalam melakukan produksi, Kusmiati juga dibantu oleh kedua saudaranya.

“Saya bagian yang memasak, saudara saya yang membelikan bumbu,” tutur Kusmiati.

Selama menjalani usaha pembuatan bumbu, varian rawon paling diminati pembeli. Setelah berkembangnya usaha tersebut, kini untuk pemasaran bumbu tidak hanya di wilayah kediri. Olahan bumbu buatannya telah dipasarkan di luar kota.

Bangkit dari Keterpurukan usai Usaha Toko Kelontong Bangkrut

Di Desa Mojokerep terdapat seorang pelaku UMKM pembuatan jenang. Usaha tersebut digeluti oleh Nurul Kholis.  “Saya dulu punya toko kelontong di depan rumah. Tetapi sepi dan akhirnya bangkrut,” perempuan yang kerap dipanggil Lis tersebut.

Setelah usaha toko kelontongnya tutup dia harus memutar otak. Dia mencari ide untuk membuka usaha lainnya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membuat jenang ketan.

Saat pertama kali membuat jenang Lis hanya memasak sekitar 2-3 kilogram beras ketan. Kini dalam sehari dia bisa memasak sampai 25 kilogram beras ketan. Cara membuatnya tergolong sulit dan lumayan lama. Sedikitnya memakan waktu selama tiga hari.

Terkait produksi, Lis mengatakan bahwa setiap Rabu dia membuat tape dari fermentasi ketan. Kemudian hari Kamis dia memarut kelapa. Memerasnya sampai menghasilkan santan. Kemudian merebusnya sampai berubah jadi minyak.

Barulah di hari Jumat dia menghaluskan beras ketan sampai menjadi tepung ketan. Lalu, mencampurkannya dengan adonan gula serta tape yang sudah dibuat tadi. “Adonannya dari gula, kelapa, dan vanili,” tuturnya.

Untuk pemasaran, jenang itu diantarkan sendiri oleh Lis ke pasar-pasar. Dia mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan-pelatihan dari dinas. Untuk kedepannya dia berharap bisa memperluas pasar. Selain menjualnya di pasar, jenang buatanya sampai dijual wilayah Kertosono.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #usaha umkm #desa milenial #produk makanan #desa mojokerto #bumbu dapur #Jenang #jawa pos