Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Tales, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri: Berawal dari Budi Daya, Kini Jadi Destinasi Wisata dan Study Tour

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 10 Juni 2024 | 17:57 WIB
DESTINASI WISATA: Wisata Kampung Lele di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih bisa menjadi opsi untuk liburan.
DESTINASI WISATA: Wisata Kampung Lele di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih bisa menjadi opsi untuk liburan.

KEDIRI, JP Radasr Kediri - Desa ini berada di Kecamatan Ngadiluwih. Tepat di tepi jalur trans-nasional Kediri-Surabaya. Membuat sangat mudah untuk didatangi.

Sedangkan Kampung Lele berada di salah satu dusunnya, namanya Dusun Cakruk. Juga memiliki akses yang sangat mudah. Semua jalannya sudah beraspal mulus.

“Dulu dari budi daya lele. Kemudian menjadi tempat wisata,” jelas Mariyani, lelaki yang juga pengelola Kampung Lele.

Tahunnya, pada 2016. Lelaki dengan tiga anak ini masih ingat, awalnya adalah ketika momentum carnival desa. Saat dia membuat berbagai olahan dari ikan lele.

Agar memikat lebih banyak pengunjung, penambahan fasilitas dilakukan. Hingga kini, Kampung Lele jadi jujukan, tak hanya wisatawan, tapi juga pelajar yang melakukan study tour. Sebab, selain tempat rekreasi juga dilengkapi fasilitas edukasi.

Selain memiliki lahan dan area parkir luas, nuansa rindang sangat mendukung kenyamanan pengunjung. Ditambah lagi ada fasilitas kolam renang dan hiburan musik. Kolam renang tersebut dibuat di lokasi yang dulunya adalah tempat budi daya ikan lele.

“Dengan kolam renang anak-anak bisa senang. Kemudian, mereka akhirnya tahu ada Kampung Lele,” ujar Mariyani beralasan.

Namun, tempat ini tak menghilangkan ciri khas sebagai wisata edukasi. Selain taman bermain tetap disediakan wahana seperti menangkap ikan, memindah ikan, hingga memberi makan ikan. Agar pengunjung tetap mendapatkan pengetahuan tentang hewan air ini.

Beragam hiburan yang disuguhkan oleh Kampung Lele ini mampu menambah daya tarik wisata bahkan masyarakat dari luar kota seringkali datang berkunjung. Meskipun lokasi tempat wisata ini berada di tengah desa yang aksesnya tidak begitu luas, namun tidak menyurutkan antusias masyarakat.  

Bikin Perkakas, Suplai ke Stationery Store

Desa Tales tak hanya Kampung Lele. Ada juga perajin aneka perkakas kantor hingga sekolah. Perajinnya bernama Nurkholis, warga Dusun Karanglo.

“Yang kami buat mulai tas kanvas, kotak P3K, penggaris kayu, jangka, papan tulis, hingga meja kecil untuk belajar,” urai sang perajin.

Pria ini memulai usahanya tersebut sejak 1995. Kini, produknya tersebar di berbagai toko stationery di Kediri dan sekitarnya. Bahkan, juga ke luar Jawa.

“Ada yang ke Kalimantan, Bali, dan kemana-mana,” imbuhnya.

Bisnis yang dia geluti juga mengangkat perkonomian warga desa. Ada  sepuluh pekerja yang dia miliki. Semuanya adalah tetangga. Setiap hari mereka mengerjakan setidaknya 200 tas kanvas dan 150 kotak P3K. Sedangkan untuk perkakas lainnya menyesuaikan dengan jumlah pesanan.

Karena memproduksi perkakas sekolah, ada masa-masa sepi pesanan selama rentang waktu satu tahun. Biasanya pesanan ramai pada awal tahun ajaran baru. Yakni mulai Juni hingga Desember. Sedangkan yang paling sepi saat bulan puasa.

Tidak hanya membuat sesuai pesanan, Nurkholis juga menyediakan stok perkakas. Terutama saat sepi, Nurkholis tetap memproduksi sehingga jika sewaktu-waktu ada pelanggan yang ingin mengambil barang, bisa langsung mengambil barangnya.

“Biasanya mereka ngambil dua minggu sekali hingga sebulan sekali,” katanya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#desa tales #destinasi wisata #lele #study tour #wisata edukasi