KEDIRI-JP Radar Kediri-Salah satu gang kecil di Desa Tirukidul, Kecamatan Gurah itu sudah mengalami perubahan di sana-sini. Jalan kecil yang awalnya lengang, beberapa hari ini lebih hidup. Hiruk-pikuk manusia terus terlihat di lingkungan itu.
Yang paling terasa adalah suasana di salah satu rumah, di ujung gang. Rumah itu berubah drastis bila dibandingkan beberapa waktu lalu. Tempat tinggal Aditya Daifa Ardani dan kedua orang tuanya itu tengah dibangun. Proyek rehab rumah itu pun hampir tuntas, sudah 95 persen. Dari atap berlubang dan dinding berlumut, kini bertransformasi menjadi rumah minimalis dengan fasad bergaya skandinavia.
Sembari menunggui toko di teras rumah kerabatnya, Supriyanto terduduk sembari mengamati para pekerja. Pria ini adalah ayah Aditya.
“Sudah dua minggu ini renovasinya,” ujar Supriyanto.
Sebelumnya, anak satu-satunya, Aditya Ardani, sempat viral. Dia disorot banyak pihak karena kisahnya merawat kedua orang tuanya yang sakit stroke. Anak laki-laki berusia 13 tahun itu bahkan harus putus sekolah karena tanggung jawabnya merawat kedua orang tua.
Diakui Priyanto—sapaannya—sejak saat itu banyak orang berdatangan ke rumahnya. Termasuk, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Gus Iqdam yang sempat berkunjung. Sejak saat itu, nestapa keluarganya sedikit demi sedikit luruh. Mulai dari perbaikan rumah, jaminan mata pencaharian, hingga pendidikan putranya. Anaknya yang putus sekolah kini terjamin pendidikannya lewat beasiswa hingga kuliah.
“Anaknya semangat banget (sekolah). Saya kemarin-kemarin sempat bingung. Anaknya semangat sekolah, tapi kitanya nggak bisa nyekolahne karena sakit nggak bisa kerja,” katanya terisak mengingat anaknya yang saat ini masih menjalani ujian akhir semester.
Karena harus menanggalkan seragamnya demi mengurus kedua orang tua, Pemerintah Kabupaten Kediri pun memberi beasiswa pendidikan kepada Adit. “Bupati sudah menjamin. Walaupun aku sudah nggak menjabat, kalau perlu apa-apa, hubungi saya. Harus tetap semangat,” lanjutnya mengenang kembali pesan Bupati Kediri kepada anaknya.
Selain itu, kini dia dan keluarganya bisa sedikit lebih tenang. Jaminan kesehatan pun sudah ditanggung pemerintah semenjak dia dan anggota keluarganya resmi berpindah status kependudukan. Dia dan istrinya, Samini, yang harus rutin berobat seminggu sekali sudah jauh lebih terbantu.
Pun dengan toko sembako yang dihibahkan kepadanya. Mulai dari beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan dapur lainnya. Pria berusia 49 tahun itu terkadang berganti peran dengan Adit untuk berjaga toko.
“Sudah banyak yang stoknya kosong. Tapi belum bisa kulakan lagi. Sekalian nunggu pindahan ke rumah,” tandas pria asal Kabupaten Blitar itu.
Sembari menunggu kondisinya pulih kembali, menurutnya saat ini keluarganya hanya akan bergantung pada toko kelontong itu. Barang yang dipajang memang belum beragam. Namun seiring waktu, dia yakin toko kecil itu bisa berkembang.
“Semoga nanti bisa semakin besar tokonya. Nanti mulai ditambah lagi barangnya setelah sudah pindahan ke rumah,” bebernya yang saat ini masih menumpang di rumah kerabatnya itu.
Selain transformasi signifikan di rumahnya, perubahan-perubahan kecil juga nampak di lingkungan tempat tinggalnya. Gang menuju rumahnya kini terpasang tulisan ‘Gang Adit’ sebagai penunjuk arah. Hingga kemarin pun, beberapa warga, kerabat, hingga media masih kerap berdatangan.
“Ya nggak apa-apa. Nggak ada masalah,” jawabnya santai dengan segala eksposur yang diterimanya belakangan ini.
“Cuma memang Adit kalau ketemu orang-orang itu masih sering grogi. Saya juga begitu,” lanjutnya.
Segala kebaikan yang diterimanya tentu tak pernah dia sangka sebelumnya. Termasuk, saat rumahnya didatangi langsung oleh Gus Iqdam, pedakwah muda yang namanya sedang naik daun. Sembari tersedu-sedu, dia mengenang semasa masih tinggal di kontrakan lamanya di Blitar. Putranya termasuk salah satu penggemar pedakwah muda itu.
“Adit itu suka sekali sama Gus Iqdam. Sampai punya benderanya. Saya sendiri belum pernah melihat langsung, tapi malam didatangi di sini,” kenangnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah