JP RADAR KEDIRI-Kualitas produk UMKM tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan ada yang menyamai kualitas pabrikan. Seperti produk kopi kekinian dari Desa Pehwetan.
“Sekarang untuk minum kopi kekinian tidak harus di kafe-kafe mahal,” jelas Nanik Mahmud, owner minuman kopi Machiatoe.
Kopi yang digunakan untuk brand miliknya digoreng dengan cara manual. Sekali proses penggorengan, dia membutuhkan satu kilogram biji kopi. Selain kopi, juga terdapat campuran carnation milk, creamer, air, dan gula putih.
“Kopi susu buatan saya, tidak menggunakan bahan pengawet,” ucap Nanik.
Lantaran tidak menggunakan bahan pengawet, kopi susu ini hanya dapat bertahan dua hari di suhu ruangan. Namun jika dimasukkan lemari pendingin, dapat tahan hingga beberapa bulan. Jangan khawatir untuk harga. Karena sangatlah terjangkau. Satu botol berisi 250 ml dijual dengan harga Rp 9 ribu.
Untuk brand Machiatoe ini memiliki dua varian, soft coffee dan strong coffee. Bagi mereka yang sangat menyukai kopi, disarankan untuk membeli varian strong coffee. Karena dibandingkan dengan yang soft, kandungan kopi strong jauh lebih tinggi.
“Untuk penyajian jauh enak kalau dimunum dingin, dan jangan lupa untuk dikocok terlebih dulu,” pungkas Nanik.
Puluhan Tahun Geluti Usaha Pembuatan Rengginang
Usaha rengginang ini digeluti oleh Harmaji, 62, dan Putri Wahyuni, 39, menantunya. Usaha pembuatan rengginang ini sudah berjalan sejak tahun 1990 silam. Bahkan usaha tersebut sudah dilakukan sebelum dibantu oleh menantunya. “Dulu awalnya membuat rengginang ini sendiri,” cerita Harmaji.
Awal mula bisnis rengginang ini karena mendapatkan pesanan dari tetangga. Kala itu, tetangganya mengadakan hajatan. Dari situ rengginangnya banyak dikenal orang. Lambat laun mulai banyak yang memesan rengginang buatannya tersebut.
Harmaji tidak pernah menyangka jika usaha dapat berjalan hingga saat ini. Tak ayal, berbagai inovasi dilakukan agar kualitas rengginangnya semakin bagus. Salah satunya dengan membuat cetakan rengginang. “Cetakan ini agar rengginang hasilnya mulus,” ucapnya.
Cetakan rengginang itu berbentuk bunga. Selain memperindah bentuk, cetakan tersebut juga membuat renggingannya tidak rontok. Alat tersebut semakin mempermudahnya memproduski rengginang.
Rengginang buatannya tersebut memiliki empat varian rasa. “Empat rasa ini ada rasa buah, ketan hitam, bawang dan trasi,” kata Harjima.
Sementara itu untuk pemasaran, nenek tiga cucu itu tidak pernah menjualnya sendiri. Saat ini dia bisa menghabiskan bahan baku sebanyak 30 kilogram setiap harinya. Harga jual rangginangnya pun beragam. Yakni Rp 8 ribu dan Rp 10 ribu untuk ketan hitam.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah