JP RADAR KEDIRI-Kelinci rex memiliki banyak sekali jenisnya. Kelinci ini salah satu jenis kelinci yang dipelihara banyak orang. “Kelinci rex memiliki ciri khas sendiri,” kata Muhammad Nur Santoso, peternak kelinci di Desa Tawang, Kecamatan Wates.
Yang istimewa dari kelinci rex tidak hanya warnanya. Namun juga bulunya yang pendek, lebat, dan halus. Bulunya yang halus mirip dengan kain beludru. Sehingga sering disebut dengan kelinci karpet. Untuk warna, kelinci satu ini memiliki empat warna. “Putih, hitam, biru, merah, dan kombinasi,” terang Nur.
Untuk warna kombinasi, yang paling dicari adalah perpaduan hitam dan putih. Setiap kelinci dengan perpaduan warna hitam dan putih, tidak selalu sama. Terkadang, warna hitam pada kelinci lebih mendominasi dibanding warna putih. Begitu pula ada juga kelinci, yang warna putihnya lebih mendominasi.
“Berat badan kelinci sangat beragam tergantung usianya. Untuk kelinci indukan biasanya memiliki berat 3-4 kilogram,” kata pria berusia 29 tahun itu.
Dibandingkan dengan jenis kelinci lain, kelinci rex sangat mudah perawatannya. Hanya saja ketika musim penghujan, kelinci mudah kembung dan diare. Kembung ini dapat membuat kelinci mudah mati. Sehingga perlu perawatan ekstra saat penghujan. Selain diberi makan, kelinci juga diberi asupan madu dan jamu khusus.
“Ketika memberi madu cukup menggunakan pipet lalu dimasukan ke mulut kelinci,” terang Nur.
Merawat kelinci diperlukan ketelatenan. Untuk makan, kelinci dapat makan sebanyak tiga kali sehari. Makanan yang diberikan pada kelinci berupa palet.
Makanan bentuk palet lebih aman dibandingkan dengan sayuran segar. Kelinci yang makan sayuran segar, mudah berpotensi terkena kembung. Hal tersebut dikarenakan sayur segar memiliki kandungan air yang banyak.
Meski sama-sama memiliki bulu yang lebat, kelinci tidak perlu dimandikan seperti kucing. Jika dimandikan, kelinci akan mudah sakit. Selain itu, kuku kelinci disarankan untuk tidak dipotong. Karena kuku kelinci, berfungsi untuk merongrong. “Jangan lupa untuk membersihkan kandang agar kelinci tidak terkena serangan kulit,” pesannya
Konsisten Geluti Usaha Pengolahan Bawang Merah sejak 2013
Usaha pengolahan bawang merah goreng tersebut sudah digeluti Lina Krisnianti senjak 2013. “Semula saya menjualnya secara keliling dan dipasar,” ujar perempuan 40 tahun ini.
Usahanya bermula ketika melihat dagangan bawang merah kakak iparnya banyak yang busuk. Itu karena harganya sedang turun. Lina lalu memiliki ide untuk membuat usaha bawang merah goreng.
Sedikit demi sedikit, usahanya mulai berkembang. Pada 2015 lalu, Lina mendapatkan izin untuk usahanya. Ibu rumah tangga ini mulai memiliki konsumen tetap. “Tetap menjual di pasaran, namun juga bisa menghubungi Whatsapp untuk memesan,” ucapnya.
Dalam satu kali pembuatan, Lina memerlukan bawang merah segar sebanyak 10-20 kilogram. Namun untuk jaga-jaga pesanan mendadak, dia sudah menyiapkan toples-toples berisi bawang merah goreng. Lalu akan dikemas ke dalam plastik-plastik ketika ada pembeli. Hal tersebut agar tampilannya lebih terlihat menarik.
Menuruntya, bawang merah goreng buatannya bisa awet hingga empat bulan. Karena ketika proses pengeringan sudah menggunakan mesin pengering. Sehingga kandungan minyaknya sudah banyak berkurang. Olahan bawang merah buatannya dijual dengan harga bervariasi. Mulai harga Rp 1.000 hingga Rp 20.000.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah