Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bagaimana Merawat Gigi Bungsu yang Bermasalah? Ini Penjelasan Dokter Gigi

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 4 Juni 2024 | 18:02 WIB
caption

JP RADAR KEDIRI - Gigi bungsu adalah gigi geraham terakhir yang muncul paling belakang. Gigi geraham bungsu umumnya tumbuh di usia remaja atau dewasa. Sekitar usia 17–25 tahun. Sebagai gigi yang keluar paling akhir, terkadang gigi bungsu tidak mendapat ruang yang cukup untuk tumbuh atau keluar dari gusi. Sehingga tidak bisa tumbuh atau keluar dengan sempurna. Keluar sebagian atau bahkan tidak keluar sama sekali.

“Jika gigi bungsu ini tegak sesuai dengan garis maka tidak perlu dicabut, namun ketika tumbuhnya miring sebaiknya harus dicabut,” ujar Dokter Gigi Trasty Wiwara. 

Dia mengatakan, pencabutan gigi bungsu yang miring ini disarankan meski tanpa adanya karies ataupun lubang. Sebab pencabutan ini paling bagus sebelum adanya masalah pada gigi yang miring tersebut.

“Saat gigi tumbuh miring kemungkinan besar dapat menabrak gigi yang berada di depannya,” imbuhnya. Bagian gigi yang tertabrak ini bisa bagian mahkotanya. Jika dibiarkan mahkota gigi nantinya akan mengalami lubang. Kerusakan gigi tersebut masih bisa dilihat dengan kasat mata.

Namun jika di bagian dalam, gigi tersebut nantinya akan menabrak gusi gigi sebelahnya. Gusi yang tertabrak ini bisa mengalami kerusakan. Jika gusi sudah mengalami kerusakan membuat gigi bagian depan rusak. Sehingga mau tidak mau harus mencabut kedua gigi tersebut. Sebelum mengalami masalah tersebut harus segera dilakukan pencabutan.

Hanya saja selama ini, kebanyakan orang takut melakukan perawatan gigi bungsu yang mengalami masalah. Terutama dengan adanya pemberitaan adanya seseorang meninggal setelah melakukan pengobatan gigi bungsu. Sebelum melakukan perawatan atau pencabutan gigi bungsu, ada hal penting yang harus dilakukan.

“Sebelum dilakukan pencabutan, pertama perlu dilakukan foto panoramic,” ungkap perempuan asal Kabupaten Tulungagung tersebut. Tujuan dilakukan foto panoramic untuk menentukan kondisi gigi bungsu. Jika kondisinya masih kompetensi gigi itu masih bisa dilakukan oleh dokter gigi umum. Namun jika kondisinya sudah berat, memang harus dirujuk ke departemen bedah mulut.

Selain menunjukkan foto panoramic juga akan dilakukan anamnesa. Dimana dokter akan bertanya kepada pasien sedang mengkonsumsi obat apa, ada riwayat alergi obat, riwayat alergi logam, atau riwayat alergi makanan. “Pasien yang memiliki alergi logam dan makanan, berpotensi memiliki alergi obat,” ucap Trasty.

Saat mengetahui pasien mengalami alergi tersebut, dokter akan memberikan antibiotik mencegah infeksi pasca dilakukan pencabutan. Biasanya obat antibiotik ini nantinya akan disesuaikan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #dokter gigi #kesehatan gigi #perawatan gigi #jawa pos