Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Sumberejo, Kandat, Kabupaten Kediri: Ada Warganya yang Konsisten Budidaya Jamur Tiram Belasan Tahun

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 30 Mei 2024 | 18:18 WIB
KONSISTEN: Bisnis budidaya jamur tiram memiliki prospek menjanjikan. Terlebih jika diolah menjadi keripik dan olahan lain.
KONSISTEN: Bisnis budidaya jamur tiram memiliki prospek menjanjikan. Terlebih jika diolah menjadi keripik dan olahan lain.

JP Radar Kediri - Di Desa Sumberejo terdapat budidaya jamur tiram. Usaha tersebut digeluti oleh Urini Nur Hidayati. Jamur-jamur tersebut lalu diolah menjadi keripik yang lezat. “Saya sudah memulai usaha tersebut mulai tahun 2013,” ujarnya.

Urini menjelaskan bahwa usaha pengembangan jamur tiram dijalankan bersama dengan Anik Faridah, anaknya. Ditangan Anik, jamur tiram tersebut tidak hanya mejadi bahan baku keripik. Namun juga menjadi bahan baku sate dan makanan lainnya.

Sebelum diolah menjadi berbagai jenis makanan, jamur tiram miliknya dijual mentahan di pasar. Di rumahnya terdapat 500 log jamur tiram. “Untuk pengembangan jamur, lokasinya harus lembab,” terang Urini.

Selama musim kemarau membuat kelembapan membuat jamur sulit tumbuh. Sehingga dia harus rutin menyirami log dengan membasahi bagian atasnya. Sehingga log tersebut tetap lembab. “Dalam satu kali panen, bisa sampai 20 kilogram,” imbuhnya.

Untuk proses pembuatam keripik, mereka tidak mengerjakan sendiri. Mereka juga memiliki karyawan. Dalam satu kali pembuatan keripik bisa menghabiskan jamur tiram sebanyak 15 kilogram. Harga yang dipatok untuk jamur tiram mentah dibanderol Rp 12 ribu per kilogram. Sedangkan untuk dalam olahan keripik dijual Rp 60 ribu per kilogram.

Baby Cumi, Tuna Asap, dan Teri Medan Jadi Primadona

Olahan sambal kemasan juga digeluti warga Desa Sumberejo. Adalah Lilik Farida yang menggelutinya. Dia mengembangkan beragam varian sambal kemasan dengan brand Jenk Liek. “Sambal seafood buatan saya memiliki banyak varian,” ujarnya.

Lilik menjelaskan sambal seafood miliknya memiliki tiga varian. Yaitu baby cumi, tuna asap, dan teri medan. Varian tersebut diolah dengan bumbu-bumbu yang dijamin kualitasnya.

Bahan untuk sambal ini adalah bawang merah, bawang putih, cabai yang dalam keadaan segar,” ungkap Lilik. Sambal buatannya tidak menggunakan bahan pengawet. Sambal kreasinya dapat tahan hingga dua bulan.

Buat yang malas masak, wajib stok sambal seafood ini di rumah. Karena sambal ini cocok untuk pendamping setiap kali makan. Kapan dan dimana saja sambal buatannya siap santap.  Tanpa harus dimasak lagi, sambal seafood ini sangat praktis dan higienis.

“Bisa dicampur dengan nasi hangat, mie instan, atau bubur ayam,” kata Lilik.

Untuk harga, sambal buatannya sangat ramah di kantong. Satu botol plastik sambal tuna Rp 18 ribu, baby cumi Rp 20 ribu, teri medan Rp 20 ribu. Sedangkan untuk kemasan botol kaca dijual dengan harga Rp 35 ribu.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#camilan #kandat #desa milenial #jamur #sumberjo #Profil Desa