Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Wonorejo, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri: Pelaku Usaha Kecil Kembangkan Kerajinan Tas untuk Kurangi Sampah Plastik

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 29 Mei 2024 | 18:48 WIB
KAYA REMPAH: Ayam Betutu disajikan dengan sambal matah yang segar. Perpaduannya sukses menggoyang lidah.
KAYA REMPAH: Ayam Betutu disajikan dengan sambal matah yang segar. Perpaduannya sukses menggoyang lidah.

JP Radar Kediri - Banyak cara dilakukan untuk mengurangi sampah plastik. Salah satunya dengan menggunakan tas kain ketika berbelanja. Namun tas kain satu ini berbeda. Bahan yang digunakan adalah kain kanvas. Material kanvas sangat cocok dijadikan bahan utama dalam pembuatan tas. Pasalnya memiliki serat yang kuat dan tebal.

“Saya mendapatkan ide membuat tas ini saat musim korona,” terang Rizky Puyanti, pemilik brand Purbaya. Salah satu alasannya menggunakan kain kanvas karena mudah dilipat. Sehingga tidak memakan banyak tempat.

Perempuan yang akrab disapa Kiki ini berproduksi belum ada satu tahun ini. Karena dikerjakan manual, dalam satu hari dia dapat membuat 20 tas. Kain kanvas yang digunakan bukan kain yang polos tetapi yang bermotif.

“Motifnya bermacam-macam, ada yang bunga hingga motif sepeda atau plat kendaraan,” ucapnya.

Tidak hanya kaya akan pilihan motif. Namun juga terdapat pilihan bentuk dan ukuran. Pelanggannya dapat memesan sesuai dengan yang diinginkan. Namun untuk yang tersedia, berukuran mulai dari 65x42 sentimeter. “Tas ini lengkap dengan resleting dan juga kantong di bagian samping,” kata Kiki.

Tas kanvas buatan Kiki cocok digunakan untuk semua usia. Namun kalangan ibu-ibu kebanyakan menyukai tas kanvas motif bunga. Selain indah, harga tas kanvas ini sangat terjangkau. Tas ini dijual mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 70 ribu.

Olahan Ayam Betutu Khas Pulau Dewata Bikin Lidah Bergoyang

Siapa tak kenal dengan kuliner ayam betutu. Setiap mendengarnya, kita akan selalu teringat dengan Pulau Dewata. Ya, ayam betutu merupakan salah satu kuliner khas dari Bali.

Olahan ayamnya sangat otentik. Daging ayam yang berisi bumbu dipanggang dalam api sekam. Untuk rasa jangan ditanya. Menggunakan rempah-rempah pilihan membuat olahan ayam ini memiliki paduan rasa kompleks.

“Yang digunakan adalah ayam kampung dan ayam potong,” terang Zanib Sismiati, owner Pawon Ku.

Agar rasa ayam betutu sama dengan aslinya, Zanib menggunakan rempah pilihan. Mulai dari ketumbar, kunyit, kemiri, cabai, lengkuas, bawang putih, bawang merah hingga cabai rawit. Tentu saja rempah yang digunakan tersebut masih dalam keadaan segar.

Tidak hanya bahan saja yang diperhatikan. Namun juga dengan proses memasak. Untuk memasak ayam betutu memang membutuhkan waktu lama. Itu supaya bumbunya makin meresap.

Cara memasaknya pun bukan asal dibakar. Namun dengan cara diletakkan di dalam sekam dan ditutup menggunakan bara api. “Sebelum diasap, ayam terlebih dahulu direbus agar daging menjadi empuk ketika dimakan,” tutur Zanib.

Ayam betutu tidak lengkap jika tidak ada sambal matah. Berbeda dengan sambal terasi. Sambal matah disajikan dalam keadaan masih segar. Ciri khas dari sambal ini adalah rasa pedas berpadu dengan asam. Karena disesuaikan dengan lidah orang Kediri, rasa asam pada sambal ini sedikit dikurangi.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #desa milenial #umkm #ngadiluwih #kerajinan #Profil Desa