Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Sidowarek, Plemahan, Kabupaten Kediri: Warganya Konsisten Geluti Usaha Pembuatan Cangkul Tradisional

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 29 Mei 2024 | 18:43 WIB
KERJA KERAS: Mulyono dan rekannya sedang membuat cangkul secara manual di rumahnya. Dia masih menggunakan cara tradisional.
KERJA KERAS: Mulyono dan rekannya sedang membuat cangkul secara manual di rumahnya. Dia masih menggunakan cara tradisional.

JP Radar Kediri - Suara bising terdengar dari rumah Mulyono di Dusun Sekardangan, Desa Sidowarek. Terdengar suara besi dipukul dengan keras. Teng..teng..teng! Seperti itu suaranya.

Mulyono dikenal sebagai pandai besi di desanya. Dia memanfaatkan rumahnya sebagai bengkel kerja. Dengan serius dia membolak-balikkan lempeng besi di bara api yang menyala. “Saya sudah lama, menjadi seorang pandai besi,” terangnya.

Usaha tersebut sudah dilakoni secara turun-menurun. Mulyono meneruskan usaha orang tuanya. Saat usianya menginjak kepala lima, dia melanjutkan usaha tersebut. Di bengkelnya itu Mulyono membuat beragam alat pertanian. “Tidak hanya cangkul, namun juga sekop,” terangnya.

Meski alat serupa sudah banyak di pasaran, pelanggannya tak lantas hilang. Dia pun tidak takut kehilangan pelanggan. Banyak orang yang tetap memesan cangkul di tempatnya. Tidak hanya pesanan dari warga sekitar. Namun juga pesanan dari beda kecamatan.

Mulyono mengatakan pembuatan alat pertanian tersebut tergantung dari permintaan. Sehingga dia hanya produksi ketika ada pesanan saja.

Peralatan yang digunakan juga masih sederhana. Seperti palu dengan berbagai ukuran dan model. Untuk besi yang digunakan dia mendapatkannya dari pasar rosok yang berada di Pare.

Dalam menjalankan bisnisnya, Mulyono dibantu oleh satu pekerjanya. Dalam satu bulan, biasanya ada sekitar sepuluh pesanan. Karena mengedepankan kualitas, harga cangkul yang dibanderol sedikit lebih mahal. Satu cangkul harganya mencapai Rp 150 ribu.

Lestarikan Tradisi Leluhur, Rutin Rawat Punden Mbah Dempok

Di Desa Sidowarek terdapat sebuah punden yang terkenal. Warga setempat menyebutnya sebagai Punden Mbah Dempok. Lokasi punden ini sekitar 100 meter dari kantor Desa Sidowarek.

“Punden Mbah Dempok ini adalah ikon desa,” terang Sekretaris Desa Sidowarek, Kecamatan Plemahan Indah Sayekti.

Menurut Indah, Mbah Dempok dipercaya sebagai sesepuh desa. Sosoknya adalah orang yang babat alas di desa setempat. Sehingga jasanya dinilai sangat besar bagi masyarakat.

 Baca Juga: Profil Desa Senden, Kayenkidul, Kabupaten Kediri: Mengintip Warganya dalam Kegiatan Ekonomi dan Pertanian

“Dulu kondisinya tidak seperti saat ini,” ucap Indah. Sebelum dikembangkan oleh pemerintah desa (pemdes), dulunya punden ini terkesan suram. Saat itu, rata-rata orang yang berkunjung karena tujuan tidak benar. Salah satunya adalah untuk mencari nomor togel. 

Kini punden itu terlihat lebih bersahabat untuk anak-anak muda. Bahkan kesan mistis dan angker sudah tidak terasa. Setiap kegiatan bersih dusun, punden ini selalu ramai dengan kegiatan. “Saat kegiatan Suroan di Punden Mbah Dempok banyak kegiatan. Mulai khotmil quran hingga syukuran bersama,” kata Indah.

Sejak saat itu kondisi punden tidak lagi tekesan suram. Bahkan punden tersebut sering menjadi tempat istirahat. Sebab area punden terkesan sejuk karena dipayungi oleh pohon dengan ukuran besar. Selain itu pemdes juga menyediakan fasilitas gazebo.

 Baca Juga: Profil Desa Tunge, Wates, Kabupaten Kediri: Warganya Konsisten Kembangkan Unit Usaha Peternakan Domba

Untuk diketahui, nama Sidowarek juga tidak bisa dilepaskan dari Mbah Dempok. Lantaran saat itu hasil pertanian selalu berlimpah. Saking banyaknya hasil pertanian di sana, semua warga jadi kenyang. Maka dari itu, desa tersebut dinamakan Sidowarek.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #desa milenial #sidowarek #plemahan #Profil Desa