JP, Radar Kediri - Setiap Sura, Pemdes Doko bersama dengan warga menggelar kirab desa. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini memiliki tujuan mendoakan leluhur, bersyukur, sekaligus melestarikan budaya.
“Satu Sura ini kita jadikan sebagai hari jadi desa,” terang Wahyudi sebagai Kasi Pemerintahan Desa Doko, Kecamatan Ngasem.
Karena satu suro ini dijadikan sebagai hari jadi desa, maka banyak sekali rangkaian acaranya. Salah satu acara tersebut adalah kirab budaya.
Wahyudi menjelaskan bahwa kegiatan kirab budaya ini tidak hanya melibatkan perangkat desa saja. Kirab ini juga melibatkan RT/RW dan warga. Totalnya biasanya hingga 120 orang lebih.
Pria 51 tahun tersebut mengatakan dalam ritual juga terdapat gunungan berisi hasil bumi. Itu sebagai wujud syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan selama ini.
Acara bersih desa diikuti para peserta yang terdiri dari remaja hingga orang tua. Remaja putri membawa berbagai macam bunga. Sedangkan remaja putra membawa gunungan berisi hasil bumi.
“Ratusan orang ini mengikuti kirab yang startnya di rumah ketua lembaga adat menuju makam Prabu Anom,” imbuhnya.
Sesepuh desa juga membacakan doa-doa. Setelahnya gunungan tersebut menjadi rebutan warga. Mereka percaya jika berhasil membawa hasil bumi akan membawa berkah.
Prabu Anom merupakan anak dari Raja Kadiri, Prabu Sri Aji Joyoboyo.
Prabu Anom yang juga bernama Pangeran Pati ini ke berguru ke dua pendeta. Yaitu Ki Ageng Dhoho dan Ki Ageng Dhoko yang mengabdi di Kerajaan Kadiri.
Ki Ageng Dhoho diberi tugas untuk menguasai dan menjaga keamanan di sebelah barat Sungai Brantas. Sedangkan Ki Ageng Dhoko menguasai dan menjaga keamanan di timur Sungai Brantas.
Prabu Anom berguru kepada dua patih tersebut dalam posisinya sebagai penerus Kerajaan Kediri. Namun Prabu Anom meninggal dunia.
Maksimalkan Sport Center untuk Wadahi Kegiatan Warga
Desa Doko terkenal dengan sport center-nya. Namanya adalah Sorga Panjalu Jayati. Fasilitas yang ada di sport center ini mulai dari sepak bola, atltetik, futsal, basket, jogging track hingga bulu tangkis.
“Fasilitas pertama di Sorga Panjalu Jayati adalah sepak bola,” terang Kasi Pemerintah Desa Doko, Kecamatan Ngasem Wahyudi.
Bermula dari lapangan sepak bola kemudian terpikir ide untuk membuat sport center. Dari lapangan sepak pola tersebut akhirnya membuat sarana untuk olahraga lainnya. Setelah lapangan sepak bola kemudian bertambah lapangan voli dan besket.
“Lapangan voli dan basket ini mulai dibangun tahun 2019,” terangnya.
Lapangan voli dan basket ini sama-sama outdoor. Setelah pembangunan dua lapangan tersebut, tahun selanjutnya ditambah lapangan futsal, badminton dan tenis meja.
"Untuk badminton di gedung olahraga, dan tenis meja di balai desa,” kata pria kelahiran tahun 1973 tersebut.
Karena lengkapnya sarana olahraga tersebut, akhirnya diberi nama Sorga Panjalu Jayati. Nama tersebut diberikan secara langsung oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan pada tahun 2022 lalu.
“Alasan kami membuat sarana olahraga karena membaca kebutuhan lingkungan yang rata-rata tidak memiliki fasilitas olahraga,” ungkap Wahyudi.
Sukses megelola sport center. Tahun lalu pemerintah desa mengembangkan lapak usaha UMKM yang lokasinya masih di area sport center. Tujuan dibangunnya lapak tersebut untuk mendungkung UMKM warga desa. Selain itu untuk memfasilitasi pengguna lapangan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah