KEDIRI, JP Radar Kediri - Ditangan Widi, sabun batang bisa dibuat menjadi bahan baku kerajinan tangan. Seperti menjadi bunga hias buatan Widi Asri. Tak hanya indah, wanginya juga semerbak.
Sabun batang ternyata tidak hanya untuk mandi. Namun, bisa juga dikreasikan menjadi penghias ruangan. Widi Asri mengolah sabun batang menjadi bunga hias yang indah.
“Karena berbau wangi, tidak hanya sebagai penghias namun juga pewangi ruangan,” terang warga Desa Plaosan tersebut.
Dari sekian banyak produk sabun batang, Widi memiliki andalan. Dia memilih sabun tersebut karena aroma wewangiannya kuat. Dalam satu pot dia menggunakan tiga sabun batang. Itu semua dikreasikan menjadi bunga hias yang indah.
Sebelum dicampur dengan bahan-bahan lain, sabun batang diparut hingga halus. Setelah diparut, sabun dicampur dengan perekat. Lalu diaduk hingga rata. Selama pembuatan adonan, Widi juga menambahkan pewarna. Selama ini, dia mengunakan pewarna makanan
“Sebelum dicetak, adonan perlu didiamkan selama 12 jam,” imbuhnya. Tujuannya agar saat dibuat menjadi bunga tidak ada biji sabun nantinya. Tak hanya itu, adonan juga akan menjadi lebih lunak. Setelah lunak, baru dibentuk sesuai keinginan.
“Untuk bunga tidak mengunakan cetakan. Hanya menggunakan tangan saja,” ungkap Widi.
Sedangkan untuk daun, dia mengunakan cetakan berupa silikon. Pada umumnya, cetakan ini digunakan untuk membuat kue. Karena di Kediri masih belum ada yang menjual, dia membelinya dari Brunei Darussalam. Kala masih bekerja di sana.
Bunga sabun buatan perempuan kelahiran tahun 1991 ini tahan hingga satu tahun. Sedangkan untuk keharumannya bisa bertahan paling lama tiga bulan. Jika ingin tetap harum dapat ditambah pengharum cair. “Untuk penjualan, untuk saat ini melalui online. Selain itu juga dapat ditemui di galeri SIK (Papar, red),” pungkasnya.
Konsisten Tekuni Kerajinan Barongan dari Kayu Dadap
“Saya mulai usaha kerajinan barongan ini sekitar delapan tahun yang lalu,” jelas Suwarno.
Awalnya, pria berusia 39 tahun ini memulai usaha pembuatan barongan hanya coba-coba. Hanya bermodal nekat, kini dia dapat menjual kreasinya. Karena murni buatan tangan, barongan buatannya dipatok dengan harga Rp 2-5 juta.
Pembuatan barongan tersebut relatif rumit. Mulai dari pemotongan, pengukiran, hingga menjahit bagian hiasan barongan. Semua dikerjakan sendiri. Jumlah pembuatannya tergantung pemesanan. Terkadang dalam satu bulan mendapatkan tiga pesanan barongan.
Bahan yang digunakan semua terbuat dari kayu yang dia beli per kotak. Tergantung permintaan. “Kayu bahan membuat barongan terkadang dadapan, cangkring, atau bendo,” terangnya.
Usaha pembuatan barongan itu dikirim hingga ke berbagai kota. Saking terkenalnya, banyak orang yang datang ke Dusun/Desa Plaosan untuk menanyakan tempat pembuatan barongan miliknya. Selain barongan, Suwarno juga terampil dalam pembuatan miniatur truk mini. Namun baru di tekuni beberapa bulan terakhir.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah