KEDIRI, JP Radar Kediri - Kursi akan lebih nyaman jika dilengkapi dengan bantalan khusus. Fungsi bantal kursi bukan hanya untuk duduk atau sandaran semata. Bantal kursi yang unik bisa juga menjadi dekorasi ruangan yang keren.
Supaya memiliki kesan berbeda, kursi dapat diberi tambahan bantal yang unik. Sehingga membuat tampilan kursi jadi tidak monoton. Lebih unik lagi jika menggunakan bantal dengan sarung karakter.
“Ini adalah bantal kursi dengan motif karakter,” ujar Siti Sholikah, pemilik kerajinan Sangsembung_Things.
Menurut Siti, bantal bentuk karakter dapat menghidupkan ruangan. Terutama ruangan dengan konsep minimalis.
Terbuat dari kain perca dan kain flanel, bantal karakter ini dapat menyerupai wajah orang. Bantal karakter buatannya berupa wajah laki-laki dan perempuan. Kain perca yang digunakan berbahan katun dan blacu.
“Bantal karakter ini memiliki ukuran 40 kali 50 sentimeter,” terangnya.
Selain bantal dengan bentuk karakter, juga terdapat bantal dengan bentuk boneka. Yang membedakan dari bantal bentuk karakter, bantal boneka ini dilengkapi tangan dan kaki. “Meski bentuknya boneka namun dapat digunakan sebagai bantal,” kata perempuan asal Dusun Campurejo, Desa Brumbung, Kecamatan Kepung ini.
Untuk membersihkannya seperti sarung bantal pada umumnya. Pemilil dapat mencuci menggunakan mesin atau tangan. Hanya saja karena ada yang terbuat dari flanel, jika sering dicuci akan ke luar seratnya.
Pemdes dan Warga Komitmen Jaga Kelestarian Benda-Benda Purbakala
Pemerintah Desa (Pemdes) Brumbung punya cara sendiri untuk tetap menjaga kelestarian benda purbakala. Salah satunya dengan menata rapi sisa-sisa peninggalan tersebut. Ini dilakukan untuk menjadikannya sarana edukasi bagi warga.
Upaya pemdes untuk menjaga kelestarian benda purbakala sangat bagus. Keberadaan arca dan prasasti di halaman balai desa setempat adalah contognya. “Sebelumnya ada di dalam ruangan. Namun agar bisa dilihat banyak orang jadi dibuatkan tempat di luar,” kata Juru Penjaga Cagar Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Juwito.
Juwito menjelaskan bahwa penemuan benda-benda tersebut bergilir. Mulai dari pekarangan warga hingga di area persawahan. Dari penemuan tersebut, warga melaporkannya ke perangkat setempat. Setelah itu diletakkan di kantor desa.
Tujuan utamanya memang untuk melindungi agar benda tersebut bisa tetap terjaga.“Warga di sini sudah sadar dengan penemuan benda purbakala. Kebanyakan ditemukan sebelum tahun 80-an,” imbuhnya.
Menurutnya, menjaga peninggalan purbakala sangat penting. Selain bisa sebagai sarana edukasi untuk anak sekolah, juga bisa membuktikan bahwa kejayaan kerajaan dulu memang ada di Desa Brumbung tersebut.
Sebenarnya dulu benda-benda tersebut sempat ingin dibawa orang Jepang dan akan diganti dengan uang. Namun pihak desa menolaknya. Karena ini merupakan aset yang tak ternilai harganya. Di sana, terdapat beberapa benda peninggalan baik dari zaman Kerajaan Kadiri maupun Majapahit. Ada dua prasasti yang berukuran besar. Yakni Prasasti Brumbung 1 dan Brumbung 2.
Prasasti tersebut lengkap dengan aksara Jawa kuno yang terpahat di sekelilingnya. Ada pula arca dwarapala, arca dewa, yoni, dan juga jembangan. Selain itu ada sejumlah struktur batu-bata kuno yang baru saja ditemukan di areal persawahan milik warga.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah