JP RADAR KEDIRI-Beri Banyak Manfaat, Tapi Tidak Terawat .Sumber Sendang merupakan kekayaan alam yang dimiliki Desa Sendang, Kecamatan Banyakan. Sumber ini dipercaya menjadi asal muasal nama desa. Keberadaannya dianggap sangat vital karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga. Mulai dari pertanian hingga tempat untuk mencuci dan berenang.
Sumber yang berada di di Jalan Sekartaji RT 5 RW 2 ini menyimpan sejarah panjang. Di masa penjajahan Jepang, tentara Nippon sempat menutupnya menggunakan drum besar. “Tujuan sumber itu ditutup agar aliran pertaniannya mampet,” terang Ahmad Suhadi, Kepala Desa Sendang, Kecamatan Banyakan.
Tentara Jepang ingin lahan pertanian di desa mengalami kekeringan. Rencana penjajah itu gagal. Meski ditutup menggunakan drum, sumber tersebut tetap mengeluarkan air.
“Masyarakat masih percaya jika sumber ini pernah digunakan Angling Dharma sebagai tempat untuk mandi,” akunya. Sumber Sendang ini pun menjadi lokasi pertama dibukanya desa.
Uniknya, sumber ini tidak pernah kenal musim. Setiap hari selalu mengeluarkan air yang digunakan warga untuk bertani. Bahkan airnya sangat jernih.
Sumber yang luasnya sekitar sekitar 40 ru itu dipayungi pohon ukuran besar dan tinggi. Di sekitarnya terdapat pula pohon beringin, dan alpukat serta rambutan.
Kondisinya sumber ini tampak tidak terawat. Dindin plengsengannya banyak yang mengalami kerusakan. Desa pun tidak punya kewenangan untuk memperbaikinya. Meski lokasinya berada di Desa Sendang, Kecamatan Banyakan namun sumber tersebut merupakan wewenang pemerintah daerah.
“Untuk perbaikan, kami telah mengajukannya ke perkim, perhutani, dan PUPR,” ujar Suhadi. Usulan perbaikan itu tidak hanya membenahi dinding sumber yang retak tetapi juga melakukan normalisasi. Dia berharap, kerusakan sumber ini tidak semakin parah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah