Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Tirukidul, Gurah, Kabupaten Kediri: Kini Punya Kuliner Khas yang Jadi Jujugan Semua Kalangan

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 16 Mei 2024 | 20:36 WIB

Pedesan sapi di Desa Tirukidul, Kecamatan Gurah menjadi salah satu kuliner andalan di Kabupaten Kediri
Pedesan sapi di Desa Tirukidul, Kecamatan Gurah menjadi salah satu kuliner andalan di Kabupaten Kediri

JP RADAR KEDIRI-Mengintip Pengembangan Kuliner di Desa Tirukidul, Kecamatan Gurah Olah Daging Sapi Jadi Pedesan Populer.Olahan daging sapi di Desa Tirukidul tengah menjadi buah bibir di media sosial. Yaitu pedesan daging sapi. Seperti namanya, makanan satu ini dimasak dengan bumbu pedas.

“Ide olahan pedesan sapi ini berasal dari keluarga kami yang suka makanan pedas,” jelas Dicy Putra Octaviyanto, pengelola tempat makanan Pedesan Daging Sapi dan Es Dawet Durian.

Dicky mengatakan bahwa olahan pedesan daging sapi selalu menjadi hidangan utama saat hari lebaran. Saat sedang ada tahlilan, pedesan daging sapi ini juga menjadi idola warga desa. Banyak orang mengakui tangan dingin Widari, ibunya.

Sekitar 2022, menu pedesan sapi ini mulai dikomersilkan. Waktu awal buka, pembelinya tidak seramai seperti sekarang. Selama satu bulan buka masih sepi pembeli. Karena sepi, pada saat itu sempat enggan untuk meneruskan.

Baca Juga: Menelusuri Sumber-sumber Air di Kediri: Sumber Buntung, Warga Tempurejo Manfaatkan Belik yang Berlimpah

“Pedesan sapi ini menjadi menu yang unik jarang ditemui dan menjadi ciri khas makanan di Desa Tirukidul, Kecamatan Gurah,” imbuhnya. Agar selalu segar, pedesan daging sapi ini dimasak setiap harinya. Sekali membuat bisa menghabiskan daging sapi sekitar sepuluh kilogram. Untuk menciptakan rasa pedas, cabai yang digunakan sebanyak lima kilogram.

Hidangan pedesan daging sapi di sana terdapat dua pilihan. Yakni nasi pedesan daging sapi dan nasi ekstra pedesan daging sapi. Yang membedakan jika nasi pedesan daging sapi tidak terlalu pedas. Karena cabainya utuh. Sedangkan nasi ekstra pedesan daging sapi ini cabainya sudah jadi satu dengan bumbu.

Pedesan daging sapi ini dihidangkan dengan nasi putih yang kondisinya masih panas. Setiap suapan akan terasa daging sapi yang terbalut dengan bumbu yang kaya rasa. Bagi penyuka pedas disarankan untuk memasan yang ekstra.

Baca Juga: Inilah Kisah Mursalim, Mantan Striker Persedikab di Divisi Utama usai Gantung Sepatu

“Selain pedesan daging sapi, juga ada sate mbagong,” kata pemuda berusia 27 tahun tersebut. Sate mbagong ini terinspirasi dari tokoh pewayangan yang gemuk dan lebar berwarna hitam. Sosok tokoh wayang ini diaplikasikan dengan bentuk sate yang ukurannya tidak seperti biasanya.

Daging yang digunakan untuk sate mbagong ini bagian lulur sapi. Alasan kenapa menggunakan lulur, agar mendapatkan tekstur yang empuk. Untuk sate, dalam satu hari menghabiskan daging sebanyak 10 kilogram.

Bumbu yang digunakan untuk sate juga merupakan racikan sendiri. Meski terlihat garing di luar namun juicy saat dimakan. Satu porsi sate mbagong ini terdapat dua tusuk. Sate mbagong ini dihidangkan dengan bumbu kecap yang diberikan potongan cabai dan tomat. 

Baca Juga: Profil Desa Sendang, Banyakan, Kabupaten Kediri: Mengintip Kreativitas Warga Kembangkan Pengikat Tirai dari Kain Flanel

Sumber Rondo Kuning Miliki Potensi Besar untuk Dikembangkan

Di Desa Tirukidul terdapat sebuah sumber mata air. Sumber tersebut bernama Sumber Air Rondo Kuning. Lokasi sumber ini berada di tengah area persawahan. Selain untuk mengairi persawahan, sumber tersebut pernah menjadi tempat wisata.

“Dulu pernah menjadi tempat wisata, namun kini hanya untuk mengairi sawah,” jelas Sekretaris Desa Tirukidul, Kecamatan Gurah Redo Nalyutana.

Sumber Rondo Kuning merupakan sumber yang lokasinya berada di tengah-tengah perkebunan sawah. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari Balai Desa Tiru Kidul. Jalan menuju lokasi cukup mudah karena sudah berupa aspal.

Baca Juga: Profil Desa Turus, Gampengrejo, Kabupaten Kediri: Inilah Upaya Warga Kembangkan Produk Unggulan

“Awalnya menjadi saluran irigasi ke persawahan, kemudian jadi tempat wisata,” imbuhnya. Namun saat dikembangkan menjadi tempat wisata tidak berjalan lama. Tepatnya hanya sekitar satu tahun.

Sumber tersebut memiliki sebuah cerita yang dipercayai oleh warga setempat. Konon sumber tersebut seketika ada dan sudah terbentuk genangan yang di dalamnya terdapat ikan koi besar. “Masyarakat setempat percaya bahwa ikan ini merupakan jelmaan dari Rondo Kuning,” kata Redo

Saat ini, selain untuk saluran irigasi lokasi itu digunakan sebagai tempat kolam ikan. Uniknya, ikan-ikan yang berjumlah sekitar dua ribu ekor ini hanya dibudidaya oleh masyarakat setempat. Sumber ini memiliki potensi yang cukup bagus apabila dikembangkan dengan baik dan tertata. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #wisata kediri #kuliner kediri #olahan daging sapi #sumber mata air #Pedesan #jawa pos