JP RADAR KEDIRI-Mendekorasi rumah dapat membuat tempat tinggal kita menjadi lebih nyaman. Salah satunya dengan menghias gorden jendela.
Fakhrunnisa Nurhidayati mempunyai cara unik menghias gorden menggunakan tied back. Dia membuat pengikat tirai yang terbuat dari kain flanel.
“Pengikat tirai ini terbuat dari kain flanel,” ujar perempuan berusia 24 tahun ini.
Agar tidak seperti tali tirai pada umumnya, tali tirai buatannya bertema flora tiga dimensi. Sehingga terlihat sangat mencolok. Karena bertema flora, bentuknya berupa kelopak bunga dahlia dan mawar. Alasan kenapa Nisa menggunakan kain flanel karena sifat bahannya.
Menurut perempuan asal Desa Sendang, Kecamatan Banyakan itu bahan kain flanel sangat mudah dibentuk. Hanya cukup dengan menggunakan lem. Untuk membuat tali tirai tersebut cukup mudah. Pertama harus menyiapkan pola terlebih dahulu. “Kebanyakan ini menggunakan lem tembak atau lilin,” imbuhnya.
Baca Juga: Profil Desa Turus, Gampengrejo, Kabupaten Kediri: Inilah Upaya Warga Kembangkan Produk Unggulan
Selain menggunakan kain flanel, dia juga mengombinasi dengan kain goni sebagai hiasan. Agar mudah digunakan pengikat tirai dipasang perekat. Untuk membersihkan cukup mudah, jika berdebu cukup ditepuk-tepuk. Karena ditempel menggunakan lem, tali tirai ini tidak disarankan terlalu sering dicuci.
Membuat pengikat tirai adalah salah satu dari kegemarannya membuat pernak-pernik. Sebelum aktif membuat pengikat tirai, Nisa sempat membuat pernak-pernik lainnya. Seperti tas kain yang terbuat dari kain perca. (ara/tar)
Maksimalkan Potensi Sumber Mata Air untuk Irigasi Sawah
Desa Sendang, Kecamatan Banyakan memiliki empat sumber mata air. Yakni Sumber Sendang, Dawuhan, Rowo Glodak, dan Ampel. “Empat sumber mata air ini digunakan untuk irigasi pertanian,” jelas Kepala Desa Sendang, Kecamatan Banyakan Ahmad Suhadi.
Baca Juga: Ketika Penggemar Bonsai Berbicara tentang Hobinya
Dari empat sumber itu hanya satu sumber yang pengelolaannya menjadi wewenang desa. Sehingga selama ini tiga sumber mata air lain perbaikannya tidak menggunakan dana desa. “Karena untuk perbaikan wewenang pemerintah, jadi kami hanya melakukan bersih-bersih saja untuk perawatannya,” tuturnya.
Untuk Sumber Sendang ini memiliki luas sekitar 40 meter. Dengan luasan tersebut, sumber dikelilingi oleh beberapa jenis pohon yang membuat terlihat asri. Selain untuk mengairi sawah, sumber tersebut biasanya digunakan untuk berenang dan memancing.
“Untuk Sumber Dawuhan ini baru milik desa,” kata Suhadi. Dengan luas sekitar 0,14 hektar sumber tersebut terbagi menjadi empat kolam. Meski lokasinya berada di tengah sawah namun masih dikelilingi oleh pepohonan yang rindang. Jadi tidak heran jika sumber tersebut menjadi tempat tongkrongan.
Baca Juga: Inilah Tren Perawatan Gigi Berkilau dengan Bleaching dan Venner
Karena sumber tersebut milik desa, untuk ke depannya akan dikembangkan menjadi tempat wisata. Untuk menjadi tempat wisata, yang dilakukan pertama kali meperbaiki sarana jalannya terlebih dahulu.
Editor : Anwar Bahar Basalamah