Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Turus, Gampengrejo, Kabupaten Kediri: Inilah Upaya Warga Kembangkan Produk Unggulan

Habibaham Anisa Muktiara • Rabu, 15 Mei 2024 | 19:11 WIB

Kreasi kue lapis dari bahan baku mangga podang buatan Lina
Kreasi kue lapis dari bahan baku mangga podang buatan Lina

JP RADAR KEDIRI-Upaya Warga Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo Kembangkan Produk Unggulan.Kreasikan Mangga Podang Jadi Kue Lapis Mangga Podang adalah salah satu produk unggulan di Kabupaten Kediri. Tak hanya dapat disantap saat segar. Buah ini juga kerap dikreasikan menjadi aneka olahan makanan.

Di Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo ada warga yang menekuni pengolahan mangga podang. Bahan baku tersebut dikreasikan menjadi kue lapis.“Kue lapis ini berbeda dengan kue lapis dari kota lain. Karena ini menggunakan buah asli yang dihasilkan di Kabupaten Kediri,” jelas Lina Wati, pengelola Kue Lapis Tugu Mangga Podang.

Lina menjelaskan bahwa lapis mangga podang buatannya bermula dari perlombaan antarkecamatan. Karena memiliki dasar membuat kue, perempuan berusia 40 tahun tersebut memilih untuk membuat kue lapis. Lebih khususnya dengan bahan baku mangga podang.

“Karena di setiap daerah ada kue lapis, saya ingin Kabupaten Kediri ini nanti memiliki kue lapis yang dibuat dari mangga podang,” ucapnya.

Baca Juga: Ketika Penggemar Bonsai Berbicara tentang Hobinya

Bahan yang digunakan untuk membuat kue lapis mangga podang ini sebenarnya sama dengan kue lapis pada umumnya. Namun yang membedakan adalah penambahan buah mangga podang. Olahan mangga ini juga dikreasikan menjadi selai.

“Mulai dari pembuatan selai hingga menjadi kue ini saya kerjakan sendiri,” terang perempuan asal Dusun Turus, Kecamatan Gampengrejo.

Untuk membuat kue lapis ini, Lina hanya menggunakan mangga podang yang masak. Sebab jika menggunakan mangga yang masih muda akan berpengaruh pada rasa. Jika menggunakan mangga yang masih muda rasanya akan lebih asam. 

Bahan baku mangga dibeli dari wilayah Kecamatan Banyakan. Untuk mengantisipasi tidak musim buah, Lina memasok dengan dibekukan. Perempuan berusia 40 tahun ini murni menggunakan buah asli tanpa tambahan perasa buatan.

Baca Juga: Inilah Tren Perawatan Gigi Berkilau dengan Bleaching dan Venner 

Saat dimakan, lapis mangga podang ini memang tidak seringan kue lapis pada umumnya. Meski agak sedikit berat namun lembut saat dimakan. Bahkan aroma mangga podangnya masih sangat terasa. Kue lapis ini juga dijual sebagai oleh-oleh di Bandara Internasional Dhoho.

Karena tidak menggunakan bahan pengawet, kue ini bisa tahan sampai empat hari. Sedangkan jika disimpan di kulkas bisa tahan sampai tujuh hari. “Untuk harga yang ukuran besar Rp 45 ribu dan kecil harganya Rp 25 ribu,” terang Lina. 

Sulap Limbah Botol Bekas Menjadi Boneka

Sekilas, limbah botol plastik terlihat tak berharga. Namun jika dikelola menjadi karya, sudah lain cerita. Usaha tersebut dikelola oleh Endang. Botol-botol plastik tersebut disulap menjadi sebuah boneka.

“Boneka buatan saya ini terinpirasi saat melihat ondel-ondel saat berkunjung di Jakarta,” jelas Endang.

Baca Juga: Aditya Ardhani, Bocah Asal Gurah Kediri yang Terpaksa Putus Sekolah demi Merawat Ayah-Ibunya karena Sakit Stroke

Kreasi dari botol bekas ini diberi nama Boneka Sukaku. Yang menarik, boneka buatannya tidak hanya sebagai pajangan. Namun juga berfungsi sebagai celengan. Sehingga mengajarkan dan membiasakan anak untuk menabung.

“Pertama kali saya membuat boneka untuk Kampung Indian. Disusul pesanan dari obyek wisata lain di Kabupaten Kediri yang menunjukkan ciri khasnya,” ucapnya.

Dibantu suami dan tiga orang karyawan, Endang bisa membuat 100 pasang boneka dalam seminggu. Beragam tema dibuat untuk boneka ini. Seperti polisi, tentara, wisuda dan sebagainya. Endang juga membuat boneka untuk suvenir obyek wisata. Antara lain Kampung Indian, Bukit Doho Indah, Gumul Paradise Island dan Kampung Inggris.

Baca Juga: Profil Desa Gedangsewu, Pare, Kabupaten Kediri: Warga Sulap Pohon Limbah Kopi Jadi Karya Seni

Badan botol umumnya dibuat menjadi boneka. Sementara tutup botolnya dimanfaatkan sebagai gantungan kunci, bros, atau jepit rambut. Bahan yang digunakan Endang ini dibeli ke pemulung. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah