Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Tren Perawatan Gigi Berkilau dengan Bleaching dan Venner 

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 14 Mei 2024 | 17:36 WIB

Photo
Photo

Tren Perawatan Gigi Berkilau,tetap Indah dengan Bleaching dan Veneer.Kulit wajah yang mulus bukan satu-satunya syarat untuk bisa tampil percayairi. Hal lain yang bisa menjadi penunjang adalah gigi yang indah. Tahun ini, tren perawatan untuk mendapatkan gigi putih berkilau adalah dengan bleaching dan veneer. Untuk hasil maksimal dan aman pastikan perawatan dilakukan di dokter gigi terpercaya.

Menurut drg. Trasty Wiwara dari Loris Beauty Klinik, pergeseran pandangan publik pada dokter gigi telah menjadi tren baru di Kota Kediri. Saat ini, banyak yang mengunjungi dokter gigi bukan hanya untuk berobat. Mereka datang untuk melakukan perawatan estetika seperti bleaching dan veneer.

"Dulu orang ke dokter gigi untuk mencabut gigi atau menambal lubang, sekarang kebanyakan untuk estetika," jelas drg. Trasty.

Baca Juga: Aditya Ardhani, Bocah Asal Gurah Kediri yang Terpaksa Putus Sekolah demi Merawat Ayah-Ibunya karena Sakit Stroke

Dia lalu menjelaskan perawatan bleaching dan veneer. Untuk bleaching, perawatan ini bermanfaat untuk mencerahkan gigi. Untuk tingkat kecerahannya hanya dapat dikembalikan ke warna semula gigi. "Karena warna gigi asli tidak full putih, kuning, atau hitam," imbuhnya.

Bleaching dapat membuat warna cerah pada gigi naik dua tingkat lebih cerah. Namun, pada beberapa kasus, gigi dengan pori-pori lebar mungkin tidak bisa diputihkan secara maksimal. Bleaching hanya dapat dilakukan pada gigi bermahkota alami, tidak pada gigi buatan, implan, atau gigi yang ditambal.

Untuk efek bleaching bersifat sementara. Dan setelah enam bulan atau satu tahun, warna gigi akan kembali ke semula tanpa efek samping.

Baca Juga: Tenggak Miras, Puluhan Remaja di Kawasan Jembatan Brawijaya Kota Kediri Bikin Onar

Adapun veneer, selain dapat mengubah warna juga dapat mengubah bentuk gigi. Veneer biasanya dilakukan pada gigi yang patah, tidak rata, atau ingin diubah warnanya. Perawatan veneer bersifat permanen, dan pasien harus berkomitmen untuk melakukannya seumur hidup.

"Jika sudah veneer, ya seumur hidup," ujar drg Trasty. Gigi veneer berbeda dengan gigi asli. Sebab dapat mengalami kerusakan dan perlu diperbaiki.

Dia juga menjelaskan, ada dua jenis veneer. Yaitu direct dan indirect. Veneer direct dapat dilakukan dengan satu kali perawatan menggunakan bahan penambal gigi. Kelemahannya, gigi yang diveneer dapat menyerap warna dan kembali menguning. Lamanya tergantung pola makan pasien.

Sedangkan veneer indirect atau tidak langsung menggunakan bahan porselen atau zirconia. Kelebihannya, gigi tidak akan menyerap warna. Namun, prosesnya membutuhkan pengikisan gigi sekitar 2-3 milimeter, sehingga bagian gigi yang rusak di dekat gusi mungkin akan terlihat.

Baca Juga: Profil Desa Gedangsewu, Pare, Kabupaten Kediri: Warga Sulap Pohon Limbah Kopi Jadi Karya Seni

Pasien veneer perlu mengulangi perawatan jika gigi mengalami kerusakan, perubahan warna, ngilu, atau gusi mengalami penurunan. Baik bleaching maupun veneer sebaiknya dilakukan di dokter gigi yang terpercaya. Hal itu untuk memastikan bahan yang digunakan aman dan berkualitas. Serta menghindari komplikasi seperti kerusakan mukosa mulut atau infeksi rongga mulut.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #veneer gigi #perawatan gigi #kecantikan #jawa pos